#Merapi#BencanaAlam

Aktivitas Merapi Didominasi Gempa Guguran

Aktivitas Merapi Didominasi Gempa Guguran
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Tempel, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (5/3/2021)


Yogyakarta (Lampost.co) -- Aktivitas vulkanis Gunung Merapi sejak Sabtu, 6 Maret 2021, pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 7 Maret 2021, pukul 06.00 WIB didominasi dengan kegempaan guguran. Kegempaan terjadi ratusan kali.

"Seismogram mencatat, selama 12 jam terjadi kegempaan guguran sebanyak 110 kali dengan durasi yang berkisar antara tiga milimeter hingga 29 milimeter dengan durasi terpendek sembilan detik dan paling lama 107 detik," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Rachmad Widyo Laksono, Minggu, 7 Maret 2021.

Kegempaan lainnya, kata Rachmad, embusan terjadi sembilan kali dengan amplitudo antara tiga milimeter hingga enam milimeter dan durasi antara 7 detik hingga 21 detik. Dua kali kegempaan fase banyak atau hybrid dengan amplitudo masing-masing 3 milimeter dan durasi maksimum 8 milimeter, serta sekali kegempaan awan panas guguran dengan amplitudo 54 milimimeter dan durasi 107 detik.

"Dalam 12 jam tersebut tidak terjadi awan panas guguran," terangnya.

Ia menambahkan, terdapat 22 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur hingga 1.000 meter dari puncak kawah yang mengarah ke barat daya. Asap kawah teramati berwarna putih dengan ketinggian maksimal 200 meter di atas puncak kawah, intensitas sedang.

Sepanjang petang hingga pagi harinya, cuaca di kawasan puncak cerah, berawan, mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara pada kisaran 14 derajat celsius hingga 24 derajat celsius dan kelembaban udara 66% hingga 92%. Tekanan udara minimum tercatat 627 mmHg dan maksimum 919 mmHg.  

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait