BakauheniLampung

Aktivitas Kapal Ferry Normal 

Aktivitas Kapal Ferry Normal 
Aktivitas kapal ferry di Pelabuhan Bakauheni masih normal,  Selasa,  24 November 2020. Lampost.co/ Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung merilis kondisi angin kencang dan hujan diserai ancaman gelombang tinggi masih akan terjadi hingga pekan mendatang. 

Pantauan lampost.co di Pelabuhan Bakauheni, Selasa 24 November 2020, cuaca ekstrem ini belum berpengaruh dengan aktivitas kapal feri yang beroperasi di perairan Selat Sunda.

"Kapal beroperasi normal dan lancar, walaupun ada terpaan angin kencang belum mengganggu olah sandar kapal," kata humas PT ASDP cabang Bakauheni,  Saifulahil Maslul Harahap. 

BMKG melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas pelabuhan (KSOP)  kelas V Bakauheni mencatat, kecepatan angin saat ini masih berkisar 5-20 knot per jam dengan tinggi gelombang mencapai 0,5-1,5 meter di perairan selat sunda yang merupakan jalur penyeberangan lintas Bakauheni-Merak.  Kecepatan ini belum berdampak signifikan dengan kapal feri yang berlambung besar. Namun demikian, pihaknya tetap waspada dan memantau laju perkembangan cuaca ke depan.

Sementara di Perairan selat sunda bagian barat dan selatan, BMKG mengingatkan para nelayan tidak melaut hingga pekan depan karena gelombang laut bisa mencapai 2.5 - 4.0 meter yang beresiko tinggi terhadap Perahu Nelayan, Kapal Tongkang, dan Kapal Ferry.

"Sedangkan kecepatan angin hingga 25 knot per jam. Untuk itu kami minta masyarakat yang beraktivitas di laut agar mewaspadai ancaman tersebut, " kata Kepala KSOP kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial. 

Sementara itu, Suradi, nelayan dipesisir kecamatan Rajabasa, mengaku sudah beberapa hari ini tidak melaut ke perairan selat sunda bagian selatan arah Gunung Anak Krakatau karena khawatir kondisi cuaca. "Anginnya kecang mas, khawatir keselamatan. Jadi libur dulu, " ujarnya.  

 

EDITOR

Dian Wahyu Kusuma

loading...




Komentar


Berita Terkait