#gak#gunungapi

Aktivitas GAK Turun Dratis di Awal Tahun

Aktivitas GAK Turun Dratis di Awal Tahun
Ilustrasi. Dok/Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda berhenti sejak sepekan terakhir, 1 Januari 2020. Meski demikian, gunung api setinggi 157 meter dari permukaan laut (mpdl) itu masih mengalami gempa tremor menerus, namun dengan frekuensi rendah.

"Kegiatan GAK tinggal tremornya saja, letusannya sudah tidak ada sejak tahun baru lalu," kata Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi, kepada Lampost.co, Senin, 6 Januari 2020.

Meski aktivitas letusan yang menurun sejak awal tahun ini, nelayan maupun wisatawan tetap dilarang mendekati kawah gunung dalam radius 2 kilometer. "Status GAK masih waspada level II. Karena itu,  untuk keselamatan bersama, PVMBG merekomendasikan larangan mendekati gunung pada radius 2 km dari pusat kawah," ujarnya.

Sampai dengan Senin, 6 Januari 2020, GAK yang tinggal 157 meter dari permukaan laut (mdpl) hanya mengalami kegempaan tremor menerus (microtremor) yang terekam dengan amplitudo 0.5—3 mm (dominan 2 mm).

"Kegempaannya pun low frekuensi dengan 9 kali dengan amplitudo 2—8 mm, durasi 3—6 detik," ujarnya.

Bahkan sehari sebelumnya, gunung yang sempat erupsi hingga menimbulkan gelombang tsunami pada akhir Desember 2019 lalu dan meluluhlantakkan pesisir Kabupaten Lampung Selatan dan wilayah Banten itu, tanpa aktivitas. Namun, melalui pantuan alat visual gunung jelas hingga kabut 0--III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 150 meter dari atas puncak kawah dengan kondisi ombak tenang.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait