#jembatan#infrastruktur

Aksi Nekat Warga Melintasi Jembatan Putus di Lamteng

Aksi Nekat Warga Melintasi Jembatan Putus di Lamteng
Jembatan Way Bileu di Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, yang putus sejak 9 Desember 2021, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Lampost.co/Raeza


Gunungsugih (Lampost.co) -- Jembatan Way Bileu di Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, yang putus sejak 9 Desember 2021, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, sejumlah pengendara motor tetap nekat melintas jemabatan tersebut meski beresiko tinggi. Pasalnya, jalan penghubung Gunungsugih-Kotagajah ini menjadi akses utama bagi warga.

Di lokasi jembatan, nampak para pemuda kampung setempat secara sukarela membantu para pengendara untuk melewati jembatan. Dengan kondisi badan jembatan yang patah, dan hanya ditimbun dengan batu dan pasir seadanya, para pengendara harus ekstra waspada saat melintas karena bisa terperosok hingga ke dasar sungai.

"Saya setiap hari lewat sini, terimakasih sekali kepada warga yang sudah membantu menyeberangkan kendaraan saya. Hari ini masih mending enggak hujan. Kalau hujan luar bisa. Kami berharap, semoga jembatan ini cepat diperbaiki oleh pemerintah," kata Maya salah satu warga Kecamatan Kota Gajah, Selasa, 28 Desember 2021.

Hal senada disampaikan Zunaidah, salah satu warga Kecamatan Gunungsugih yang melintas di jembatan Way Bilew. Ia berharap pemerintah dapat segera memperbaikinya, warga merasa kesulitan saat melewati jembatan, terlebih saat kondisi hujan.

"Susah mau lewat, mudah-mudahan segera diperbaiki. Supaya bisa mudah seperti semua, karena ngeri juga kalau hujan lewat disini," ungkapnya.

Sementara Yunizar salah satu warga Kampung Buyut Ilir menyarankan agar pemerintah segera memperbaiki jembatan yang usianya kurang lebih sudah 50 tahun. Karena saat ini hanya bisa di lewati oleh kendaraan roda dua, untuk kendaraan roda empat ke atas, harus memutar. Selain itu, dari arah buyut ilir menuju kota gajah, terdapat lokasi sepi dan jauh dari pemukiman warga, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Selain roda dua tidak bisa lewat, bisa lewat pun motor juga harus sangat berhati-hati. Kalau hujan, atau setelah hujan motor yang lewat harus ditarik oleh warga menggunakan tali. Kalau tidak dibantu warga, tidak semua pengendara bisa lewat. Kami harap jangan terlalu lama perbaikannya, nanti peluang-peluang ini dimanfaatkan orang yang tidak baik, untuk mencari kesempatan, yang terkena dampaknya kami di sini," jelasnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait