#palestina

Aksi Bela Palestina di Lampung Kumpulkan Dana Ratusan Juta

Aksi Bela Palestina di Lampung Kumpulkan Dana Ratusan Juta
Aksi Solidaritas Lampung Bersatu Bebaskan Al Aqsa di Bunderan Gajah Tugu Adipura Bandar Lampung, Rabu, 19 Mei 2021. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Aksi Solidaritas Lampung Bersatu Bebaskan Al Aqsa di Bunderan Gajah Tugu Adipura Bandar Lampung, Rabu, 19 Mei 2021, menghasilkan donasi dana sebesar ratusan juta rupiah. Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina yang sedang memerlukan bantuan.

Koordinator Aksi Solidaritas Lampung Bersatu Bebaskan Al Aqsa, Ramadhiyan Eka Putra atau biasa di sapa Ust. Royan mengatakan kegiatan hari ini merupakan aksi solidaritas kepedulian untuk masyarakat Palestina yang dilakukan oleh Forum Masyarakat Lampung.

"Aksi hari ini sebagai bentuk solidaritas kita untuk masyarakat Palestina. Alhamdulillah dari para peserta aksi yang hadir terkumpul lebih dari Rp50 jutaan. Belum lagi yang ditransfer lewat rekening, alhamdulillah bisa mencapai Rp100 jutaan," katanya usai menyampaikan aspirasinya.

Ia mengatakan bantuan dana tersebut akan disalurkan kepada relawan yang ada di Palestina dan digunakan untuk kebutuhan masyarakat Palestina. Ia mengatakan bahwa berdasarkan musyawarah jajaran forum maka dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Laznas Muhammadiyah, Dewan Dakwah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Lampung, Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) Lampung.

"Ada lima lembaga resmi yang kita pilih untuk menyalurkan dana yang terkumpul ini. Insyallah bermanfaat untuk masyarakat Palestina," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut agar Pemerintah Indonesia tidak hanya mengecam atau mengutuk konflik antara Palestina dan Israel. Tetapi juga melakukan tindakan nyata mengirimkan pasukan militer bersenjata untuk ikut berperang membela Palestina. Apalagi pembukaan UDD menyebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait