#lampung#musrenbang

Akademisi Nilai Musrenbang Harus Dikaji Ulang karena Sekadar Formalitas

Akademisi Nilai Musrenbang Harus Dikaji Ulang karena Sekadar Formalitas
Musrenbang yang digelar Pemprov Lampung beberapa waktu lalu. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Fisip Unila sekaligus pengamat kebijakan publik, Dedy Hermawan menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus dikaji ulang. Sebab selama ini selalu sekadar formalitas. 

"Musrenbang perlu dievaluasi agar betul aspirasi dari bawah tingkat desa/ kelurahan didengarkan dan diproses sampai tingkat atas. Meski butuh seleksi skala prioritas dan keterbatasan anggaran, seharusnya didengarkan dulu semua masukan," kata Pengamat Dedy Hermawan, melalui telepon, Jumat, 26 November 2021. 

Menurutnya, perlu ada model baru dan kajian di era digitalisasi dalam menyampaikan aspirasi secara cepat dan tepat. Dedy menerangkan musrenbang tidak sesuai itu bisa dilihat dari potret daerah yang tidak bisa melampaui indikator tingkat Sumatra. 

"Jadi permasalahannya Musrenbang tidak efektif dan serapan tidak maksimal. Sehingga hasil pembangunan tidak signifikan," ujarnya. 

Baca juga: Mantapkan Pemulihan Ekonomi Lampung Lewat Musrenbang

Menurut Dedy, serapan APBD Lampung sebesar 73,06 persen masih dianggap rendah. 

"Perlu dievaluasi apa yang melemah. Mungkin karena pencairan anggaran, problem administrasi pekerjaan yang lambat, bisa faktor waktu, manajemen, sehingga serapan rendah," terang dia. 

Dedy juga mengkritik pemerintah terkesan lambat dalam melakukan serapan. 

"Serapan tidak dari awal tahun tapi pertengahan tahun. Sehingga serapan tidak berjalan lancar dan di akhir tahun jadi menumpuk," katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait