#VIDEOVIRAL#POLDALAMPUNG#PELANGGARANPROKES

Akademisi Hukum Unila Sebut Polda Bisa Teruskan Penyelidikan Ardito

Akademisi Hukum Unila Sebut Polda Bisa Teruskan Penyelidikan Ardito
Wabup Lamteng Ardito Wijaya menjalankan sanksi membersihkan fasilitas umum di Masjid Al-Hikmah di Dusun Sri Tanjung, Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, beberapa waktu lalu. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Hukum Universitas Lampung (Unila), Yusdianto, mengatakan Polda Lampung seharusnya tidak menghentikan penyelidikan Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Menurutnya, putusan Pengadilan Negeri Lampung Tengah (Lamteng) menjatuhkan sanksi administrasi berupa membersihkan fasilitas umum tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menerapkan asas ne bis in idem

"Saya kira kalau alasannya diputus atau tidak itu subjektif. Perlu dipahami putusan yang di Lamteng menggunakan Perda, sementara kami berharap menggunakan UU Kekarantinaan kesehatan," katanya, melalui telepon, Jumat, 13 Agustus 2021.

Baca juga : Wabup Lampung Tengah Dibebaskan dari Pidana Pelanggaran Prokes

Yusdianto melanjutkan laporan di Polda dan Pengadilan Negeri Lampung Tengah berbeda, sementara di Lampung tidak menggunakan masker. Di Polda, Ardito Wijaya dilaporkan menyebabkan kerumunan dengan UU Kekarantinaan bukan melanggar Perda.

"Makanya perlu dipertanyakan kepada penyidik terkait. Kami berharap poin berkerumunnya itu. Apalagi, itu sudah di luar jadwal yang ditentukan, yang bersangkutan mengumpulkan orang untuk berkerumun," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Ardito Wijaya dilaporkan ke Polda Lampung oleh Habibie yang juga mewakili warga Kecamatan Gunungsugih atas video yang tersebar luas. Ia dijatuhi sanksi hukuman administratif dengan kerja sosial membersihkan masjid. Sanksi hukuman tersebut berdasarkan putusan hakim Pengadilan Negeri Gunungsugih atas perkara pelanggaran protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait