#Covid-19lampung#BERITABANDARLAMPUNG

 Akad Nikah di Bandar Lampung Harus di KUA Sesuai Aturan PPKM Mikro

 Akad Nikah di Bandar Lampung Harus di KUA Sesuai Aturan PPKM Mikro
Surat edaran aturan prosesi pernikahan di Bandar Lampung pada masa PPKM skala mikro. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaksanaan akad nikah di Bandar Lampung harus di Kantor Urusan Agama (KUA), sesuai pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro oleh Satgas covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Mahmuddin Aris Rayusman, mengatakan, aturan prosesi akad nikah berdasarkan kesepakatan antara Satgas covid-19 dan KUA yang dipimpin Kemenag setempat. Sebab Bandar Lampung saat ini masuk dalam wilayah zona merah penyebaran virus corona, berdasarkan penetapan dari Satgas covid-19 Pusat. 

"Ini juga menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19," ujarnya, Rabu, 7 Juli 2021. 

Baca juga :Pemkot Larang Resepsi Pernikahan Mulai Senin

Mahmuddin juga menjelaskan kementerian agama mengeluarkan peraturan itu untuk memudahkan pemerintah daerah dalam menekan angka penularan covid-19. Salah satunya lewat pengaturan dalam prosesi pernikahan.

"Kewenangan Kemenag hanya untuk akad pernikahan, untuk kegiatan pernikahan di masjid atau gedung melalui izin BPBD Kota Bandar Lampung," kata dia.

Baca juga :Pandemi, Pernikahan di Lamsel Berjalan Normal

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Muhammad Rizki, menerangkan, bagi masyarakat yang telah mendapatkan izin sebelum aturan itu berlaku harus direvisi kembali dan ditembuskan ke Kemenag.

"Selama pemberlakuan PPKM Mikro ini akad nikah hanya boleh di KUA, tidak boleh akad di gedung, masjid, atau rumah. Undangan atau saudara yang boleh hadir maksimal 10 orang dan waktu maksimal acara satu jam," ujar dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait