AJI

AJI-PKBI Lampung Latih Jurnalis Meliput HKSR

AJI-PKBI Lampung Latih Jurnalis Meliput HKSR
Ilustrasi. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Lampung akan menggelar Pelatihan Meliput Isu Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR). Rencananya, pelatihan itu berlangsung pada Jumat, 14 Februari 2020, mendatang.

“Tujuan pelatihan guna meningkatkan kapasitas para jurnalis. Harapannya jurnalis memiliki perspektif dalam meliput dan menyajikan pemberitaan ihwal HKSR,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, Rabu, 12 Februari 2020.

Dia mengatakan HKSR merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM). Komponen HKSR berasal dari komponen-komponen HAM, seperti hak untuk hidup, hak untuk bebas dari penyiksaan, hak untuk mendapatkan privasi, hak terbebas dari diskriminasi, dan hak untuk kebebasan berpikir. Sejauh ini, media masih belum menempatkan HKSR, khususnya di kalangan remaja ragam identitas, sebagai salah satu isu penting yang ditawarkan kepada publik.

“Padahal, media mempunyai peran sentral sebagai wujud ruang publik. Selain itu, salah satu fungsi media adalah edukasi," ujarnya.

Dari sisi kualitas, lanjut Hendry, pemberitaan isu HKSR menempatkan remaja ragam identitas secara dominan pada kutub ekstrem. Misal ketika menjadi korban, terutama korban kekerasan seksual atau menjadi pelaku. Pada dua posisi inilah remaja ragam identitas mendapat ekspose besar di media, terutama judul berita.

Alih-alih mengambil peran sebagai ruang publik untuk mendiskusikan dan menggali lebih dalam, yang muncul justru eksploitasi. Hal tersebut tampak dari bagaimana media mengemas pemberitaan isu HKSR ketika dikaji beberapa aspek, antara lain judul, struktur berita, struktur narasumber, dan tone berita.

"Karena itu, AJI berkolaborasi dengan PKBI mengadakan pelatihan ihwal HKSR. Melalui pelatihan itu diharapkan para jurnalis memiliki perspektif dalam meliput dan memberitakan isu HKSR. Sehingga, terbangun pemahaman yang komprehensif di masyarakat," tambahnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait