#demokrat#KLBDemokrat

AHY Dinilai Kalah Kelas Dibanding Pendiri Partai

AHY Dinilai Kalah Kelas Dibanding Pendiri Partai
Suasana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) (Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus)


Jakarta (Lampost.co) -- Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat tetap berjalan dan memutuskan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi ketua umum. KLB sepatutnya tidak terjadi jika Agus Harimurti Yudohoyono tidak melulu hanya mengurus opini publik.

Founder Cyrus Network, Hasan Nasbi, menilai ancaman KLB adalah soal beralihnya pemilik suara. Jika pemilik suara dari DPD dan DPC tidak diurus maka akan berbahaya.

Baca juga: Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Hasil KLB

"Yang harus ditakuti AHY itu pendiri partai, bukan Moeldoko. Seperti Jhoni Allen, Max Sopacua, dan Marzuki Alie. Orang-orang yang mendirikan partai dari awal, dan kemampuan kanuragan dan lapangannya teruji. Jadi mereka mampu mengurus para pemilik suara," kata Hasan saat dihubungi, Sabtu, 6 Maret 2021.

Hal itu terbukti saat Kongres ke-2 Partai Demokrat di Bandung pada 20-23 Mei 2010 yang memenangkan Anas Urbaningrum menjadi ketum. Sementara lawannya Andi Malarangeng bukan mengurus pemilik suara malah mengurus opini publik. 

"Ini terbukti Jhoni Allen dan Marzuki Alie itu tangguh," kata Hasan.

Menurut Hasan, saat ini AHY kekurangan tim organisatoris yang mampu mengurus pemilik suara dari tingkat DPD dan DPC. Dia menilai tak ada orang yang sebanding dengan Marzuki dan Jhoni di lingkaran AHY saat ini.

Tim AHY saat ini kata Hasan, hanya dikelilingi orang-orang yang hanya mampu bicara di media. Untuk mengurus partai dan DPD dan DPC, dinilai belum ada yang kompeten.

"Mengurus DPD dan DPC itu harus punya jam terbang dan skill untuk mendekati dan menyolidkan suara," kata Hasan.

Saat ini kata Hasan, AHY perlu mengumpulkan seluruh pemilik suara dari tingkat DPE dan DPC. Hal itu dilakukan untuk menghancurkan legitimasi KLB di Deli Sedang yang menujuk Moeldoko sebagai ketua umum.

Sehingga, bisa diketahui bahwa bahwa KLB di Deli Serdang itu abal-abal. Jika tidak, maka patut dicurigai bahwa KLB tersebut memang benar dihadiri oleh pemilik suara sah. 

"Muculkan semua pemilik suara, show off di Jakarta, Jadi ketahuan kalau KLB itu bodong dan AHY terbukti masih mempunyai legitimasi, entah itu berbalut Rakernas atau Rapimnas," kata Hasan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait