#Kesehatan#VirusKorona

Ahli Gizi UGM: Puasa Mampu Tingkatkan Imunitas

( kata)
Ahli Gizi UGM: Puasa Mampu Tingkatkan Imunitas
Ilustrasi/Shutterstock

Jakarta (Lampost.co) -- Menjalankan puasa dengan benar dapat bermanfaat pada meningkatnya sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Hal ini tentu saja sangat baik untuk modal bagi tubuh dalam menangkal virus korona (covid-10) yang saat ini sedang menjadi pandemi.

“Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi covid-19,” jelas Ahli gizi UGM, R. Dwi Budiningsari dikutip dari laman UGM, Jumat, 24 April 2020.

Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menyampaikan, dengan berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Dengan berpuasa 30 hari dapat merangsang produksi sel-sel darah putih baru.

Hal ini mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Dia menjelaskan, kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi. Orang yang mengalami gizi kurang, akan sangat rentan terhadap infeksi covid-19. Sementara orang yang bergizi baik, dengan kebutuhan energinya telah tercukupi, berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus covid-19.

Secara umum terdapat tiga fungsi asupan gizi yang digunakan oleh tubuh manusia. Pertama, menjadi sumber energi sebagai prioritas utama yang digunakan oleh tubuh.

Kedua, fungsi regulasi yaitu mengatur agar tubuh sehat dan bugar, termasuk fungsi kekebalan tubuh. Ketiga, fungsi pertumbuhan yang merupakan prioritas terakhir dan akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi.

Tak hanya meningkatkan imunitas, berpuasa juga membantu detoksifikasi tubuh. Selama berpuasa bisa membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan.

Puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh. Lemak yang berlebih dalam tubuh dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

“Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan maka bisa memperbaiki imunitasnya,” tutup Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI Pangan) DIY ini.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar