#Kesehatan#VirusKorona

Ahli Gizi UGM Beri Tips Tingkatkan Imunitas di Tengah Lonjakan Covid-19

Ahli Gizi UGM Beri Tips Tingkatkan Imunitas di Tengah Lonjakan Covid-19
Ilustrasi. Medcom.id


Yogayakarta (Lampost.co) -- Virus korona (covid-19) di Indonesia semakin menyebar tak terkendali. Setiap orang diharapkan meningkatkan imunitas tubuh agar mencegah terpapar dari virus tersebut. Beberapa ahli gizi pun memberikan tips agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Ahli Gizi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo menyarankan setiap individu melakukan olahraga teratur dengan intensitas sedang. Misalnya, olahraga 3-5 kali per minggu dengan durasi 30-45 menit. Olahraga tersebut bisa dilakukan di tempat terbuka dengan paparan sinar matahari pagi.

"Neural exercise, misalnya pernafasan, vokalisasi dan postur untuk menjaga kesehatan dan physical exercise untuk menjaga kebugaran," kata Toto mengutip siaran pers UGM, Minggu, 27 Juni 2021.

Selain itu, kata dia, istirahat yang cukup dan selalu berpikir yang positif pada hal-hal yang ada di sekitar kita. Kemudian, usahakan selalu hidup damai dan bahagia.

Toto mengatakan cara meningkatkan imun saat di awal pandemi dan saat ini pada prinsipnya sama. Hanya saja untuk saat ini sudah didukung dengan adanya vaksinasi covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Meski telah divaksin, katanya, masyarakat tetap saja diharapkan menjalankan perilaku disiplin protokol kesehatan, seperti memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Hal yang tak kalah penting di tengah maraknya penularan covid-19 yang semakin merajalela adalah menghadirkan standar gizi sederhana untuk meningkatkan imunitas. Yaitu, dengan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur.

Makanan-makanan yang mengandung zat gizi spesifik yang berperan langsung dalam menunjang berbagai aktivitas sistem imun. Makanan-makanan tersebut di antaranya makanan yang mengandung vitamin C, seperti semua buah segar, sayur segar yang kandungan vitamin C cukup tinggi.

"Juga makanan-makanan yang mengandung vitamin E, seperti kecambah, kacang hijau, telor, almont, minyak zaitun dan zink, contoh bahan makanannya jamur, kecambah kacang hijau, udang, daging, slada air, alpokat, kacang almont dan membatasi konsumsi gula garam dan lemak sesuai anjuran isi piringku," terangnya.

Ia menegaskan kembali untuk meluangkan waktu supaya terkena paparan sinar matahari dan melakukan aktivitas fisik rutin. Sementara, untuk menghindari penularan covid-19 maka cuci buah dan sayur sebelum dimasak atau dikonsumsi, dan memastikan lauk dimasak dengan matang sempurna.

"Disini peran pemerintah sangat diharapkan, yaitu mengedukasi masyarakat secara terus menerus mengenai cara dan pentingnya menjaga imunitas diri dan keluarga. Selain itu, berupaya menggaet swasta dan umkm untuk mendukung program edukasi ini sekaligus dalam upaya menghadirkan gizi sederhana dalam keluarga," tuturnya.

Ahli gizi dan Auditor Makanan FKKMK UGM Fasty Arum Utami menambahkan agar memudahkan untuk mengingat bagaimana dapat mengonsumsi aneka ragam pangan, bisa menggunakan metode Isi Piringku. Contoh, untuk menu sehari, maka berdasarkan prinsip gizi seimbang, menu yang bisa diaplikasikan di rumah adalah menu yang bisa diwujudkan dengan bahan-bahan yang mudah ditemui.

Ia menjelaskan untuk orang dewasa, kebutuhannya adalah tiga kali makan dan dua kali snack. Sedangkan, untuk anak-anak adalah tiga kali makan dan tiga kali snack. Fungsi dari snack/cemilan adalah agar kita bisa mengontrol makanan pada jam berikutnya, sehingga tidak terlalu banyak.

"Contohnya, sarapan pagi dilakukan antara jam 6.00 – 9.00 Dilanjutkan dengan snack/cemilan sebagai selingan pada jam 10.00 – 12.00. Sehingga saat makan siang, porsinya tetap dapat kita kontrol," jelas Fasty.

Ia mengatakan untuk gizi seimbang sesuai dengan isi piringku maka kandungan gizi untuk makan siang, misalnya mencerminkan kandungan energi 700 kkal, protein 44,2 gr, Vit A; 1.572µg, Vit C 101 mg, Vit E 4,1 mg, Zn 2,2 mg, B6 0,4 mg, Asam folat 184,5µg, Iron 6,6 mg. Bentuknya bisa 100 gr ikan, 150 gr papaya, 50 gr tahu, 150 gr nasi putih dan 150 gr sayuran.

 "Sayuran-sayuran ini merupakan sumber vitamin dan mineral, terutama karoten, Vit A, Vit C, Zat Besi dan Fosfor. Sebagian vitamin dan mineral ini berfungsi sebagai antioksidan," paparnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait