#bola#juventus#liga-italia

Agen Tepis Rumor Jorginho ke Juventus

( kata)
Agen Tepis Rumor Jorginho ke Juventus
Jorginho (Foto: AFP/Daniel Leal-Olivas)

Turin (Lampost.co) -- Gelandang Chelsea Jorginho sedang santer dikaitkan dengan Juventus. Sosok pelatih I Bianconeri Maurizio Sarri menjadi penyebabnya.

Jorginho dan Sarri memang punya hubungan dekat. Sebab, keduanya pernah bermitra cukup lama, bahkan di dua klub berbeda.

Pertama, keduanya bekerja sama di Napoli selama tiga musim. Tepatnya pada musim 2015--2016 hingga 2017--2018. Selama di Napoli, Jorginho dipercaya Sarri membuat 108 penampilan di seluruh kompetisi. 

Kemudian, Sarri dan Jorginho melanjutkan kerja sama di Chelsea pada musim 2018--2019. Pada musim itu, Jorginho membuat 54 penampilan dan sukses membawa Chelsea meraih gelar Liga Europa.

Kebersamaan Jorginho dan Sarri pun berakhir pada 16 Juni 2019. Saat itu, Sarri memutuskan hengkang ke Juventus. Sedangkan Jorginho bertahan di Chelsea.

Namun, Sarri tampaknya masih ingin bereuni dengan Jorginho. Menurut laporan sejumlah media Italia, sang pelatih berminat untuk mendatangkan Jorginho pada bursa transfer musim panas 2020.

Tak ingin spekulasi itu berkembang liar, agen Jorginho, Joao Santos langsung melontarkan bantahan. Ia memastikan kliennya bahagia di Chelsea.

"Saya membaca isu itu. Tetapi, saya tidak pernah berhubungan dengan Juventus. Baik Sarri maupun Fabio Paratici tidak pernah memanggil saya untuk menanyakan informasi Jorginho," ujar Santos.

"Sampai hari ini, saya sama sekali tidak tahu tentang situasi ini. Anak itu sangat bahagia di London. Ia sudah membuktikan kualitasnya dan masih memiliki kontrak tiga musim di sana," lanjutnya.

"Faktanya saat ini adalah pada Juli, ada kemungkinan kami berdiskusi pembicaraan perpanjangan kontrak dengan Chelsea. Saya tidak tahu strategi transfer Juventus," tutur Santos.

Jorginho masih menjadi andalan Chelsea pada musim 2019--2020. Di bawah kepelatihan Frank Lampard, gelandang 28 tahun tersebut membuat 37 penampilan di seluruh kompetisi. (Football Italia)

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar