#Covid-19lampung#beritalampung

Agen Perjalanan Minta Wajib PCR Ditinjau Ulang

Agen Perjalanan Minta Wajib PCR Ditinjau Ulang
Calon penumpang melakukan pemeriksaan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk Bandara Radin Inten II Lampung. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kebijakan wajib menunjukkan surat keterangan polymerase chain reaction (PCR) bebas covid-19 untuk melakukan penerbangan perlu ditinjau ulang. Kebijakan itu membebani calon penumpang karena biaya PCR terbilang mahal.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Lampung, Adi Susanto, meminta pemerintah bijaksana. Laboratorium dan klinik di Lampung memasang tarif PCR sekali tes rata-rata Rp525 ribu.

"Kebijakan ini harus ditinjau ulang dan nggak populis. Kita harus menekan angka penyebaran covid 19, rapid antigen bisa jadi ukuran penyebaran covid-19 ditambah lagi vaksinasi dan mewajibkan menggunakan masker serta prokes," kata Adi, Senin, 25 Oktober 2021.

Apalagi, saat ini pariwisata mulai bangkit. Kondisi yang ditunggu sejak lama bagi pelaku usaha di sektor tersebut. Hal itu sepatutnya jangan dihancurkan dengan kebijakan yang tidak berpihak dan membuat pergerakan pariwisata menjadi kembali melemah.

"Jika pariwisata bangkit pasti ekonomi bangkit. Jika ekonomi bangkit masyarakat akan sejahtera. Wajib PCR akan memberatkan wisata apalagi hanya berlaku 2x24 jam," kata Adi.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait