#izintrayek#angkot#beritabandarlampung

95 Persen Izin Trayek Angkot di Bandar Lampung Mati

95 Persen Izin Trayek Angkot di Bandar Lampung Mati
Ilustrasi angkot. Dok. Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan data dari Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkot Bandar Lampung (P3ABL), jumlah angkot di Bandar Lampung mencapai 1.200 unit. Ironisnya, 95 persen dari jumlah itu izin trayeknya mati. Hal ini disampaikan Ketua P3ABL Daud Rusli kepada Lampost.co, Selasa (24/4/2018).

Ia mengungkapkan 95 persen dari 1.200 unit berarti hanya 60 unit angkot di Bandar Lampung yang izin trayeknya masih hidup. "Ya pokoknya 95 persen, lebih dari lima puluh, tapi tidak sampai seratus," kata dia.

Matinya ribuan trayek angkot di Bandar Lampung ini imbas dari Perda Nomor 10 Tahun 2017 tentang pola angkutan umum. Salah satu pasalnya adalah trayek angkot hanya 12 tahun. "Kita mau bayar pajak di tolak, mau bayar retribusi di tolak, mau bayar KIR di tolak. Jadi itu yang salah siapa coba, terus kita mau dibunuh, ya ngelawan geh. Kalau ada yang mau matiin mobil saya, tidak memperbolehkan narik, saya pasang badan," kata dia.

Untuk itulah pihaknya menolak Perda tersebut. Apalagi pembuatan Perda yang merupakan inisiatif Dewan DPRD Kota Bandar Lampung itu tidak melibatkan para sopir dan pemilik angkot. "Mereka meminta Perda tersebut di revisi dan melibatkan mereka. Perda itu inisatif DPRD loh, wakil rakyat loh, kok begitu bingung saya. Kami sudah segala cara, capek, sampai gubernur, menteri perhubungan kami kirim surat, tidak ada hasil. Masalahnya itu sudah ketok palu sejak Desember 2017 kemarin, cuma belum sosialisasi, kalau sosialisasi kami demo," kata dia.

Menurut dia pemerintah seharusnya membuat Perda mengacu kepada aturan yang lebih tinggi. Serta melibatkan sopir dan pemilik angkot agar didapat kesepakatan yang tidak merugikan sebagian pihak.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait