#Mudik#Lebaran#OperasiKetupat

94 Travel Gelap Terjaring Dalam Sehari

94 Travel Gelap Terjaring Dalam Sehari
Mobil yang membawa pemudik berputar ketika memasuki Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ditutup di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 24 April 2020. Foto: Antara/Fakhri Hermansyah


Jakarta (Lampost.co) -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menjaring sopir travel gelap yang kedapatan membawa pemudik di tengah pandemi virus korona (covid-19). Mereka terjaring dalam operasi khusus penertiban kendaraan bermotor.

"Travel gelap yang berhasil ditindak pada Kamis, 21 Mei 2020, sebanyak 94 kendaraan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.

Sambodo memerinci 94 travel gelap itu terdiri atas dua bus, 17 minibus jenis Elf, dan 75 mobil pribadi. Puluhan sopir travel gelap itu ditangkap polisi di pos penyekatan untuk mencegah pemudik di ruas jalur arteri, Pintu Tol Cikarang Barat, dan Pintu Tol Cikupa.

"Pemudik yang berhasil dicegah sebanyak 546 orang," ungkap Sambodo.

Puluhan pengemudi travel diberikan tilang dan penyitaan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Mereka diperbolehkan pulang tanpa membawa kendaraan.

Para pengemudi dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan ini menegaskan pengemudi kendaraan umum yang tidak memiliki izin menyelenggarakan orang tidak dalam trayek atau dalam trayek dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Dengan 94 kendaraan ini, total travel gelap yang disita mencapai 471 dari 24 April hingga 21 Mei 2020. Sebanyak 2.771 penumpang travel ilegal berhasil dicegah mudik.

 

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait