#umrah

94 Calon Jemaah Umrah Gagal Terbang Karena Petugas KKP Bandara Telat Ngantor

94 Calon Jemaah Umrah Gagal Terbang Karena Petugas KKP Bandara Telat Ngantor
Ibadah Umrah. Ilustrasi


Surabaya (Lampost.co) -- Sebanyak 94 jemaah umrah gagal terbang dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin kemarin, 26 September 2022. Penyebabnya, tidak ada satu pun petugas jaga di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya Bandara Juanda Surabaya.

"Tentu pihak travel dirugikan, karena gagal terbang untuk umrah," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, M Sufyan Arif, dikonfirmasi, Selasa, 27 September 2022.

Sufyan menyebut ada 94 jemaah umrah yang berangkat dengan difasilitasi beberapa biro perjalanan atau travel. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jatim, yang banyak dari Probolinggo, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.

"64 orang dari satu travel, 27 orang dari travel lain, dan empat orang dari travel lain juga,” katanya.

Sedianya mereka dijadwalkan terbang pada Senin pagi kemarin pukul 05.20 WIB dan transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Malaysia, jemaah baru diterbangkan menuju Arab Saudi pada Selasa, 27 September 2022 dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines.

Karena berangkat pagi, jemaah tiba pada pukul 03.00 WIB di Bandara Juanda. “Mereka berusaha pukul 3 berada di bandara. Saat itu kantor imigrasi sudah buka, tapi yang belum ada itu untuk KKP-nya,” ujarnya.

Di KKP, lanjut Sufyan, sesuai SOP bandara di Indonesia, jemaah harus menjalani validasi vaksin meningitis.

“Pihak KKP dihubungi pihak imigrasi dan bandara, bahkan di Bandara Internasional Juanda itu juga ada basecamp-nya KKP, diketuk-ketuk tapi tidak ada orang satupun,” katanya.

Petugas KKP baru datang pukul 04.55 WIB. Sufyan mengatakan, karena jadwal terbang pesawat pukul 05.20 WIB, maka proses validasi yang memakan waktu cukup lama karena harus antre tidak mungkin bisa mengejar pesawat.

“Karena pesawat tetap harus terbang, tidak mungkin menunggu jemaah,” ujarnya.

Gegara itu, kata Sufyan, jemaah pun gagal terbang. Pihak travel terpaksa mengeluarkan duit tambahan dan mentransitkan jamaah ke hotel di dekat Bandara Juanda. Sufyan menerima informasi, sebanyak 27 orang diberangkatkan dengan pesawat lain ke Jakarta lalu ke Kuala Lumpur pada Selasa pagi tadi.

“Untuk mengejar pesawat Saudia Airlines di Malaysia. Kalau jamaah yang 63 orang saya belum menerima informasi lagi,” ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait