Musimtanampringsewu

90 Persen Lahan Sawah di Pringsewu Tanam Padi

90 Persen Lahan Sawah di Pringsewu Tanam Padi
Pekerja membajak sawah di areal persawahan Pekon Wates, Pringsewu, Jalan Lintas Barat Sumatera, Jumat, 18 Desember 2020. Lampost.co/Adi Sunaryo


Pringsewu (Lampost.co) -- Lahan sawah di Kabupaten Pringsewu sudah memasuki masa tanam (MT) II (musim tanam rendeng) periode Oktober--Maret. Petani kini tengah sibuk menggarap lahan sawah untuk ditanami padi.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Maryanto mengatakan Kabupaten Pringsewu memiliki areal lahan sawah seluas 13.928 hektare (ha). "Dari luas lahan tersebut, sekitar 90 persen sudah tanam padi musim rendeng," kata Maryanto saat ditemui Lampung Post di kantornya, Kamis, 17 Desember 2020.

Dia mengatakan pada masa tanam rendeng ini pihaknya menargetkan luasan lahan sawah dapat ditanami padi 100 persen. "Kami optimistis semua luas lahan bisa tanam padi 100 persen, karena ketersediaan air melimpah di musim penghujan ini," kata Maryanto.

Menurutnya, pada masa tanam musim penghujan lahan persawahan di Pringsewu dapat ditanami padi secara keseluruhan oleh petani dibandingkan masa tanam gadu atau musim kering. "Sekikar 8.800 ha luas sawah di Pringsewu sudah teraliri jaringan irigasi. Selebihnya irigasi pompa," kata dia.

Dia menambahkan produktivitas padi di Pringsewu mencapai 6 ton per ha. "Kami targetkan bisa produksi padi 143 ribu ton per tahun. Agar bisa menyuplai kebutuhan beras bagi wilayah lain seperti Bandar Lampung," kata dia.

Sementara itu, Yanto, petani di Pekon Wates, mengatakan masa tanam musim rendeng tahun ini mundur dari tahun sebelumnya. "Biasanya tahun-tahun lalu, Oktober-November mulai tanam," kata dia, saat ditemui di petakan sawahnya.

Yanto mengatakan pada masa tanam rendeng para petani dihantui kecemasan bencana banjir yang kerap melanda lahan sawah. Khususnya area sawah miliknya di Pekon Wates. "Kami hanya berharap jangan sampai ada banjir. Karena jika banjir tanaman padi akan rusak," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait