#inflasi#bansos#bantuansosial#penangananinflasi

9.400 Warga Lamteng Terima Bansos Penanganan Inflasi

9.400 Warga Lamteng Terima Bansos Penanganan Inflasi
Ilustrasi. Dok


Gunungsugih (Lampost.co) -- Masyarakat yang menerima manfaat bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berjumlah 9.400 orang. Penerima bantuan dalam upaya penanganan inflasi harus memenuhi 14 kriteria yang ditetapkan Dinas Sosial setempat.

Penerima manfaat bansos ini merupakan masyarakat Lamteng di luar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) atau yang tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah. "Ada juklak dan juknis yang harus dipenuhi, terdapat 14 kriteria yang harus penerima manfaat penuhi. Untuk pendataannya nanti akan kami sampaikan ke seluruh camat," kata Kadis Sosial, Haris Fadilah, Kamis, 15 September 2022.

Nantinya para camat akan menyampaikan ke tiap kampung yang ada untuk menilai calon penerima bansos sesuai kriteria yang terdapat dalam juknis.

"Ke-14 keriteria itu kita sampaikan ke kampung. Nanti kampung yang menilai. Jika ada yang tidak sesuai kriteria, nanti risikonya di sana karena kami sudah  buatkan juknis, mereka menyesuaikan juknis," katanya.

Baca juga: Pemkab Lamtim Siapkan Rp5,3 Miliar Antisipasi Inflasi

Para penerima manfaat masing-masing menerima Rp150 ribu berupa uang tunai untuk tiga kali, yakni Oktober, November, dan Desember. "Jenis kriteria penerima manfaat bansos dalam 14 kriteria yang dibuat sudah pernah diuji di salah satu kecamatan dengan pola gedor DTKS. Hasilnya dari 8.000 data sekarang tinggal 4.000 KPM penerima karena separuhnya tidak layak mendapat bansos," katanya.

Ke-14 kategori yang ditentukan Dinsos, yakni dilihat dari luas lantai rumah, jenis lantai terluas, jenis dinding terluas, dan jenis atap terluas. Kemudian sumber air minum, sumber penerangan utama, bahan bakar atau energi utama untuk memasak, pengelolaan fasilitas tempat buang air besar, penghasilan dan makanan, makanan, mata pencarian dan penghasilan per bulan, kemampuan berobat, kemampuan membeli pakaian, kemampuan menyekolahkan anak.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait