lingkunganhidup

8 Kelompok Masyarakat Dapat Program Padat Karya Penanaman Mangrove

8 Kelompok Masyarakat Dapat Program Padat Karya Penanaman Mangrove
Salah satu kelompok tani hutan di pesisir timur kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyiapkan pagar pemecah ombak (apo) untuk penanaman mangrove, Rabu 11 November 2020. Aan Kridolaksono.


KALIANDA (Lampost.co) -- Sebanyak 8 kelompok tani hutan (KTH) yang berada di pesisir pantai Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan program padat karya penanaman mangrove seluas 120 hektare.

Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih - Way Sekampung itu, bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) sekaligus untuk melestarikan ekosistem lingkungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, Rabu, 11 November 2020, sebanyak 8 KTH yang mendapatkan program padat karya penanaman mangrove itu adalah KTH Setia Dharma II desa Sumbernadi kecamatan Ketapang dengan lahan seluas 60 hektar untuk lokasi penanaman mangrove, KTH Peta Kawan desa Pematangpasir, kecamatan Ketapang (35 ha), KTH Sinar Maju desa Ketapang, kecamatan Ketapang (4ha), dan KTH Tanjungtua desa Bakauheni.

Kemudian, kecamatan Bakauheni (2 ha), KTH Akar Mangrove, desa Berundung, kecamatan Ketapang (12 ha), KTH Helau desa Merak Belantung, kecamatan Kalianda (2ha), KTH Wahana Bersama desa Suak kecamatan Sidomulyo (1), dan KTH Hijau Lestari desa Bandar Agung, kecamatan Sragi (4).

"Program padat karya penanaman mangrove ini kami terima pada September lalu, dan saat ini kami mulai proses penanaman," kata Ketua KTH Sinar Maju desa Ketapang, kecamatan Ketapang, Sofyan kepada lampost.co, 11 November 2020.

Dia mengakui program padat karya penanaman mangrove ini, telah membantu meringankan beban masyarakat pesisir akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

"Setidaknya 23 warga disini mendapatkan penghasilan karena terlibat dalam program padat karya ini," katanya.

Menurutnya dana Padat karya penanaman mangrove ini langsung masuk ke rekening masing-masing anggota kelompok untuk upah kerja dan pembelian bahan yang dibutuhkan, seperti untuk penyediaan bibit, bambu ajir dan pelindung tanaman.

“Program padat karya penanaman mangrove ini akan terus berlanjut hingga empat tahun kedepan," pungkasnya.

Sementara kepala BPDASHL) Way Seputih - Way Sekampung LampungIdi Bantara mengungkapkan selain program padat karya penanaman mangrove,  Kegiatan KLHK yang berbasis padat karya lainnya adalah rehabilitasi hutan dan lahan, pembuatan bangunan sipil teknis konservasi tanah dan air, pembuatan dan penanaman kebun bibit rakyat (KBR).

"Kegiatan ini melibatkan 64 kelompok masyarakat dilahan seluas 500 hektar yang tersebar dilima kabuoaten di Lampung," kata Idi Bantara.

Proses kegiatan  yang diiringi dengan pemulihan lingkungan ini,  ujar Idi,  pihaknya juga melakukan pembinaan, dan pendampingan terhadap masyarakat melalui diklat jarak jauh. "Kami harapkan program padat karya penanaman mangrove ini akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat ditengah pandemi Covid-19," tutupnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait