#internet#desa

749 Desa di Lampung akan Dibebaskan dari Blank Spot Internet

749 Desa di Lampung akan Dibebaskan dari <i>Blank Spot</i> Internet
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto saat memimpin rapat penanganan desa blank spot internet. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar rapat pembahasan penanganan desa blank spot  atau yang belum terjangkau jaringan internet di Provinsi Lampung. 

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menyebut Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan bahwa selain akan dimulainya konektivitas 5G, dalam menghadapi kompetisi global yang semakin cepat para perencana kebijakan harus betul-betul mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Masih ada 749 desa di Lampung yang belum terjangkau jaringan internet (blank spot)," kata Fahrizal usai menggelar rapat di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 10 Mei 2021.

Baca: Diskominfo Pastikan Tidak Ada Blank Spot di Bandar Lampung 

 

Oleh sebab itu, kata dia, Pemprov sedang menyusun langkah percepatan pembangunan infrastruktur internet di desa. Pemerintah ingin mendorong supaya masyarakat di desa bisa menikmati layanan internet.

Selain itu, langkah ini guna menyukseskan program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya yang telah digagas Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Dinas dan Instansi terkait untuk mengurus perizinan yang diperlukan dan mendorong diadakannya workshop untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola bisnis

"Penanganan blank spot Internet ini juga untuk mendorong perkembangan BUMDes dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa-desa," katanya.

Sementara itu, General Manager PT Telkom Wilayah Lampung Susila Sihombing mengatakan solusi yang dapat diambil diantaranya membangun infrastruktur internet yaitu fiber optik dan radio link (wireless), membangun layanan aplikasi smart desa yang mengonlinekan seluruh administrasi desa dan mendorong BUMDes dan UMKM memiliki marketplace.

"Untuk tahap awal, dari 749 Desa akan dipilih 100 Desa dahulu untuk dibangun karena disana sudah ada resource-nya," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait