#Covid-19#gubernur#airlanggahartarto

73 Rumah Sakit di Lampung Rujukan Covid-19

73 Rumah Sakit di Lampung Rujukan Covid-19
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan kinerja penanganan covid-19 kepada Menko Perekonomian dan Kepala BNPB di Mahan Agung, Jumat, 13 Agustus 2021. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 73 alias 91,3% dari 80 rumah sakit (RS) yang ada di Provinsi Lampung melayani penanganan pasien covid-19. 

"Sementara total bed occupancy rate (BOR) yang dimiliki sebesar 61,20 persen. Dari jumlah itu sebesar 61,26 persen merupakan BOR isolasi. Akan tetapi, masih ada dua kabupaten/kota yang memiliki BOR di atas 70% yakni Bandar Lampung dan Lampung Utara," jelas Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memaparkan kinerja penanganan covid-19 kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito, Jumat, 13 Agustus 2021.  

Adapun BOR intensif/ICU sebesar 59,55%. Namun ada dua kabupaten dengan BOR sebesar 100%, yakni Mesuji dan Tulangbawang. Selanjutnya terdapat penambahan di RS Pertamina Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji Lampung sebanyak 123 tempat tidur.

Baca: Menko Perekonomian Pantau Langsung Penanganan Covid-19 di Lampung

 

"Jumlah sasaran vaksin sebanyak 6.645.226 jiwa. Jumlah kebutuhan vaksin  di Provinsi Lampung sebanyak 14.619.497 dosis. Jumlah vaksin yang telah diterima Provinsi Lampung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 1.558.960 dosis (10,66%). Sedangkan kebutuhan untuk mencapai herd imunity sebanyak 13.060.537 dosis," jelasnya. 

Pemakaian oksigen di Provinsi Lampung sebesar 6.600,43 m3/hari, sedangkan ketersediaan oksigen sebesar 11.825,71 m3.

"Jadi hanya cukup untuk kebutuhan selama dua hari. Namun Pemprov mendapat tambahan pasokan liquid oksigen dari CSR sebanyak 140,48 ton," katanya.

Arinal menjelaskan, Pemprov Lampung sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk penanganan covid-19 berupa penambahan alat PCR dengan alat ekstraksi otomatis/robotik sehingga bisa mempercepat pelayanan.

"Selain itu support reagens untuk PCR, catridge TCM, dan juga support RDT Ag yang saat ini diperlukan untuk perluasan tracing. Penambahan bed di RS Pertamina Bintang Amin Ektensi Asrama Haji Lampung," katanya. 

Kemudian, sarana dan prasarana untuk mendukung beberapa RS swasta yang menambah tempat tidur pasien untuk penanganan covid-19. Akan tetapi membutuhkan alat high flow nasal canule/HFNC. Pemenuhan tabung oksigen, volume liquid oksigen, dan oksigen tabung melalui CSR maupun vendor sesuai kebutuhan.

"Untuk ruang Isolasi untuk kasus konfirmasi ringan dan karantina terpusat untuk kontak erat, selain itu bantuan obat-obatan penanganan covid-19 dan droping vaksin," katanya. 

Gubernur menjelaskan, pandemi covid-19 telah memberikan dampak siginifikan pada perekonomian di Provinsi Lampung. Sektor-sektor tersebut antara lain pariwisata, perdagangan, industri, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

"Diperlukan strategi penanganan terhadap sektor terdampak langsung agar mengurangi beban masyarakat yang berada pada sektor tersebut," tutup dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait