Sawahgagalpanen

73,75 Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Lambar Gagal Panen

73,75 Hektare Sawah di Tiga Kecamatan Lambar Gagal Panen
Foto Lahan saat dilakukan pengendalian hama pada Agustus lalu. Dok


LIWA (Lampost.co) -- Tanaman padi seluas 73,75 hektare yang tersebar di Kecamatan Sukau, Suoh, dan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, gagal panen akibat serangan penyakit blas. Pemilik lahan tanaman padi itu, bahkan telah mengajukan klaim dana Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ke PT. Jasindo.

Kasi lahan dan irigasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Ferdi Nitiarga mendampingi Kadis Yedi Rohyadi, Selasa, 22 September 2020, mengatakan tanaman padi petani seluas 73,75 hektare yang gagal panen itu merupakan tanaman musim rendeng periode Mei hingga Juni lalu. Ke-73,75 hektare tanaman padi itu gagal panen karena terserang penyakit blas pada Agustus lalu.

Menurutnya, saat itu petani bersama petugas lapangan sudah melakukan upaya pengendalian dan penyemprotan menggunakan obat-obatan sesuai dengan saran dari penyuluh pertanian setempat dan petugas POPT namun ternyata belum berhasil.

"Sudah dilakukan penanganan tapi hasilnya kurang efektif sehingga tingkat kerusakannya mencapai 75%. Akibatnya tanaman padi tersebut bisa dikatakan gagal panen karena kerusakanya mencapai 75%," kata Ferdi.

Ia menambahkan, tanaman padi petani yang rusak akibat serangan hama itu tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sukau, Suoh dan Bandarnegeri Suoh. Namun untungnya petani yang mengalami gagal panen itu telah mendaftarkan tanamanya pada program AUTP. Kini kelompok tani tersebut telah mengajukan klaim dana AUTP.

Petani yang merupakan peserta asuransi pertanian itu kini berharap segera mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare. Uang itu nantinya rencananya akan digunakan untuk modal menanam kembali.

Terkait adanya kegagalan panen yang dialami petani pemilik 73,75 hektare lahan ini, kata dia, pihaknya bersama seluruh penyuluh terus mensosialisasikan dan mengajak para petani untuk mengikuti atau menjadi peserta program asuransi pertanian.

Sebab program asuransi pertanian ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu petani dalam mengantisipasi kegagalan panen akibat serangan hama, penyakit maupun kegagalan panen akibat bencana alam.

"Melalui program ini maka jika petani mengalami gagal panen tidak akan terlalu merugi. Apalagi beberapa wilayah pertanian di Lampung Barat juga merupakan daerah yang rawan terjadi bencana terutama banjir. Bahkan pada September juga curah hujan mulai tinggi yang juga rentan terhadap banjir sehingga perlunya dilakukan antisipasi," tambahnya.

Kelompok tani yang mengalami gagal panen akibat serangan blash itu antara lain kelompok tani makmur 1 dan 3, kelomook tani Karya tani, Pelita Jaya, Karya Bhakti I, Karya Sejahtera, Bumi Waras, Sri Rejeki 3, Suka Makmur 2, Harapan Jaya, Blibis Kencana (Bandarnegeri Suoh).

Kemudian kelompok Pekon Tuha dan Tambakjaya Kecamatan Sukau. Lalu kelompok tani Mekarjaya, Harapan Makmur dan Poktan Sidomaju Kecamatan Suoh.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait