#BENCANAALAM#BERITALAMPUNG

70 Bencana Terjadi di Lampung Selama Januari-Oktober 2021 

70 Bencana Terjadi di Lampung Selama Januari-Oktober 2021 
Ombak besar menyebabkan banjir rob di kawasan pantai Sukaraja, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Lampost.co/Zainudin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 70 bencana yang meliputi lima jenis bencana yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung terjadi dari Januari hingga Oktober 2021. 

"Dari Januari hingga 31 Oktober 2021, BPBD mencatat bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi dan kebakaran," kata Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudi Syawal Sugiarto di ruang kerja, Senin, 13 Desember 2021. 

Ia memaparkan, untuk Lampung Selatan banjir tercatat sebanyak dua kali, angin kencang lima kali. Lampung Timur banjir tiga kali, angin kencang 11 kali, kebakaran tiga kali. 

Kemudian, Lampung Tengah angin kencang tiga kali. Lampung Barat banjir dua kali, tanah longsor empat kali. Selanjutnya, Waykanan angin kencang sebanyak satu kali. Tulangbawang angin kencang sebanyak satu kali. 

Lalu, Pesisir Barat angin kencang satu kali. Pesawaran banjir tiga kali, tanah longsor satu kali, angin kencang empat. Mesuji banjr dua kali, angin kencang satu kali. Kemudian, Tanggamus banjir empat kali, tanah longsor satu kali, angin kencang satu kali, kebakaran satu kali, gempa bumi tujuh.

Selanjutnya, Pringsewu angin kencang dua kali, Bandar Lampung tanah longsor satu, angin kencang dua, kebakaran satu kali. Metro angin kencang tiga kali.

"Total 70 bencana yang tercatat BPBD Provinsi Lampung," ujarnya. 

Baca juga: 7 Daerah di Lampung Rawan Bencana Dampak La Nina

Rudi juga menerangkan untuk daerah potensi bencana terbesar ada di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 17 bencana dan Tanggamus sebanyak 14 bencana. 

"Dua daerah ini memang potensinya besar seperti bencana angin kencang di Lampung Timur sering terjadi, dan Tanggamus yang alami gempa bumi mencapai tujuh kali," ujarnya. 

Rudi menambahkan data yang tercatat oleh BPBD Provinsi Lampung tak menyeluruh karena untuk data yang lengkap berapa di kabupaten/ kota masing-masing. 

"BPBD kabupaten/ kota masih sedikit lakukan laporan ke provinsi jadi memang ini selama 2021 yang terlaporkan ke kami saja," katanya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait