#terorisme#radikalisme

7 Terduga Teroris Asal Lampung Dikhawatirkan Dompleng Ormas Legal untuk Pengaruhi Warga

7 Terduga Teroris Asal Lampung Dikhawatirkan Dompleng Ormas Legal untuk Pengaruhi Warga
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menyebut tujuh terduga teroris asal Lampung yang ditangkap merupakan kader profesional dan berpengalaman.

Menanggapi hal itu, pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mengaku khawatir mereka sudah memaparkan paham radikal ke masyarakat. Pasalnya, mereka dikenal berbaur dengan warga. 

"Mereka menyesatkan arti iman, hijrah, dan jihad. Mereka masuk ke masyarakat dengan metamorfosa berbagai macam nama ormas sebagai propaganda agar warga tidak curiga," katanya, Minggu, 22 Agustus 2021. 

Baca: Pandemi Covid-19 Disebut Jadi Momentum Teroris Sebarkan Paham Radikal

 

Malahan, lanjut Ken, kelompok tersebut ditengarai sudah masuk sampai ke pendidikan usia dini (PAUD) dengan menanamkan sikap intoleransi.

"Kelompok radikal juga banyak yang berkedok agama, tetapi menganut paham anti pemerintah, Pancasila, dan menganggapnya sebagai taghut/berhala," katanya.

Di lain pihak, kata dia, pemerintah belum mengambil sikap jelas terhadap maraknya intoleransi dan perekrutan gaya baru model gerakan radikal.

"Kelompok radikal gaya baru menggunakan demokrasi sebagai celah untuk masuk ke masyarakat. Mereka mendompleng ormas legal dan kegiatan mereka seolah-olah membantu warga," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Densus

Diketahui, Sejak 12-17 Agustus 2021, Densus 88 Anti-Teror menangkap 53 orang terkait kelompok radikal di sebanyak 11 provinsi. Sebanyak 50 orang dari mereka berasal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan tiga orang dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Di Lampung tujuh orang," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, 20 Agustus lalu.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait