#beritalampung#beritabandarlampung#umkm#sertifikathalal

7.024 Pelaku Usaha di Provinsi Lampung Miliki Sertifikat Halal

7.024 Pelaku Usaha di Provinsi Lampung Miliki Sertifikat Halal
Perajin keripik dan kelanting di Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan, Lampung Selatan. Lampost.co/Rustam Efendi


Bandar Lampung (Lampost.co): Kanwil Kementerian Agama (Kemenag), melalui Satuan Tugas (Satgas) Halal Provinsi Lampung telah mengeluarkan 7.024 sertifikat halal bagi para pelaku usaha.

Sekretaris Satgas Halal Provinsi Lampung, Muliawati, menyampaikan bahwa hingga kini pihak satgas setempat telah mengeluarkan sertifikat halal yang diajukan oleh pelaku usaha.

"Animo pelaku usaha sangat baik dan mendukung, karena target yang ingin dicapai tahun ini adalah 7.024 sertifikat halal itu sudah tercapai bahkan melampaui," ujar Muliawati, Rabu, 16 November 2022.

Dia menerangkan, terutama dari para pelaku usaha UMKM sangat menyambut baik dan memang harus dimiliki dalam produknya. Ini terwujud sebab Kemenag setempat giat adakan sosialisasi melalui penyuluh yang ada.

Baca juga: Program Sehati, Pelaku UMKM di Pesawaran Semakin Percaya Diri Menjual Produk hingga ke Luar Negeri

Sebab pada prinsipnya satgas halal menerapkan skema Self be Clear, artinya suatu produk itu harus terjamin akan kehalalan mulai dari bahan baku, untuk memperkecil tingkat risiko sehingga produk itu bisa dipastikan terjamin dan aman.

"Ini berkat kerja keras dari pejuang halal adanya dukungan dari Kemenag Kabupaten/kota dan seluruh jajaran kementerian agama. Karena setiap tahun target sertifikasi halal itu pasti ada peningkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan untuk mencapai target 10 juta UMK produk berserikat halal," ujarnya.  

Ia berharap seluruh pelaku usaha UMKM di Provinsi Lampung dapat mendukung program 10 juta produk halal, untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen.

"Diharapkan semua UMK memiliki sertifikat halal, selain memberikan aman, nyaman dan keselamatan para konsumen dan nilai tambah juga untuk para UMK mendukung usaha dan perekonomian secara global," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait