#covid-19#lampungbarat

62 Anak Lambar Jadi Yatim Piatu Karena Covid-19

62 Anak Lambar Jadi Yatim Piatu Karena Covid-19
Ilustrasi anak menangis. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


Liwa (Lampost.co) -- Hingga 12 Oktober 2021 jumlah anak umur 18 tahun ke bawah yang menjadi yatim/piatu karena orang tuanya menjadi korban wabah covid-19 mencapai 62 orang.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Lampung Barat Pathan mengatakan sebanyak 62 orang itu sifatnya masih sementara. Karena masih ada tiga kecamatan yang belum menyampaikan laporan.

"Harapan kami hasil pendataan itu tidak bertambah. Namun, angka itu masih sementara karena masih ada tiga kecamatan lagi yang belum menyampaikan laporannya," kata Pathan di ruang kerja, Selasa, 12 Oktober 2021.

Pendataan dilaksanakan terhadap anak yang berumur 18 tahun ke bawah oleh pekerja sosial. Terkait hasil pendataan ini, pihaknya belum bisa menjelaskan tindaklanjutnya. Sebab secara resmi belum mengetahui program apa yang akan dilaksanakan Kemensos.

"Untuk sementara secara resmi kami belum mengetahui tentang tindaklanjut dan program apa yang akan diberikan Kemensos kepada anak-anak yang menjadi yatim dan piatu karena orang tuanya menjadi korban covid-19 itu," ujar Pathan.

Baca juga: Bantuan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Mulai Disalurkan

Menurutnya, yang dilakukan saat ini adalah menghimpun data anak-anak dari kecamatan. Data itu merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh pekerja sosial. Data itu lalu dientry ke aplikasi Kemensos.

Berdasarkan hasil pendataan, ke-62 anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya menjadi korban covid-19 itu tersebar di sejumlah kecamatan. Ke-62 anak itu berasal dari 38 KK yang tersebar di Kecamatan Way Tenong 7 anak dari 6 KK.

Kemudian, Kecamatan Sumberjaya 6 anak dari 3 KK; Kebuntebu 10 anak dari 7 KK; Kecamatan Batuketulis 4 anak dari 4 KK. Selanjutnya, Sekincau 5 anak dari 4 KK; Batubrak 4 anak dari 2 KK; Balikbukit 17 anak dari 7KK; Pagardewa 5 anak dari 2KK. Selanjutnya, Gedungsurian 4 anak dari 3KK.

Sementara tiga kecamatan lainnya yaitu Belalau, Lombok dan Suoh nihil. Lalu tiga kecamatan lainnya yaitu Bandarnegeri Suoh, Sukau, dan Airhitam belum ada laporan masuk. Berdasarkan informasi sementara dari pekerja sosial itu, kata dia, akan ada program bantuan dana untuk anak-anak tersebut yang jumlahnya berkisar Rp200-300 ribu/bulan. Namun, untuk kepastiannya pihaknya belum mendapat informasi, baik lisan maupun secara resmi dari Kemensos. Kemudian dari Pemkab juga belum ada program mengarah ke sana.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait