#internasional#beritainternasional

60 Negara Serukan Akses Aman bagi yang Ingin Tinggalkan Afghanistan

60 Negara Serukan Akses Aman bagi yang Ingin Tinggalkan Afghanistan
Militan Taliban dan warga lokal duduk di atas mobil Humvee milik pasukan Afghanistan di kota Jalalabad, 15 Agustus 2021. (AFP)


Washington (Lampost.co) -- Lebih dari 60 negara, termasuk Amerika Serikat, menyerukan akses aman bagi warga negara asing maupun lokal yang ingin meninggalkan Taliban. Seruan gabungan disampaikan saat kelompok militan Taliban menguasai sepenuhnya ibu kota Afghanistan, Kabul.

"Menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati dan memfasilitasi secara aman dan teratur bagi warga negara asing dan warga lokal yang ingin meninggalkan Afghanistan," ujar pernyataan gabungan 60 negara yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari laman Sputnik, Senin, 16 Agustus 2021.

"Mereka yang berkuasa dan berwenang di Afghanistan mengemban tanggung jawab serta akuntabilitas untuk melindungi nyawa manusia serta properti, dan juga terkait pemulihan sektor keamanan serta ketertiban umum," lanjut pernyataan tersebut.

Tanpa menyebut nama Taliban, puluhan negara meminta agar pihak berkuasa di Afghanistan membuka sepenuhnya akses jalan raya, bandara, dan pos perlintasan. Mereka yang ingin pergi dari Afghanistan, baik melalui jalur darat atau udara, harus dipastikan dapat melakukannya secara aman.

"Masyarakat Afghanistan berhak hidup secara aman dan terhormat. Kami di komunitas internasional siap membantu mereka," ungkap pernyataan gabungan.

Puluhan negara dalam pernyataan ini di antaranya Australia, Austria, Bahamas, Belgia, Burkina Faso, Kanada, Chile, Kolombia, Costa Rica, Pantai Gading, Republik Ceko, Denmark, Republik Dominika, El Salvador, Estonia, Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Micronesia, Fiji, Finlandia, Prancis, Georgia, Jerman, Ghana, Yunani, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Liberia, Lichtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Marshall Islands, Mauritania, Nauru, Belanda, Selandia Baru, Niger, Norwegia, Palau, Panama, Paraguay, Polandia, Portugal, Qatar, Korea Selatan, Siprus, Romania, Sierra Leone, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Suriname, Swedia, Togo, Tonga, Uganda, Inggris, Ukraina, and Yaman.

Pernyataan gabungan dirilis usai Taliban memasuki Kabul dan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengundurkan diri dan meninggalkan negaranya.

Ghani menegaskan keputusannya pergi dari Afghanistan dilakukan demi menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait