#narkoba#kriminal#beritalampung

6.969 Pil Ekstasi Disembunyikan di Ban Serep

( kata)
6.969 Pil Ekstasi Disembunyikan di Ban Serep
Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Narkoktika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menggagalkan pengiriman narkoba jenis ekstasi sebanyak 6.969 butir pada 27 Juni 2020. Lima tersangka terlibat dalam penyelundupan ekstasi asal Aceh.

Mereka yakni Edi Samsuar (38) dan Mulkani berperan sebagai kurir asal Aceh, Abdul Rohman alias Oman (38) warga Bandar Lampung berperan kurir penerima ekstasi di Bandar Lampung. Kemudian M. Nasir (31) dan David (31), keduanya merupakan pengendali asal Pesawaran, Lampung Selatan.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 6.969 butir ekstasi yang dibungkus dalam dua paket, satu buah ban serep, 1 unit mobil Kijang Innova BE-8699-OM, dan 1 unit Yamaha Mio BE-3595-AM.

Pengungkapan perkara tersebut dilakukan pada tiga tempat kejadian perkara yang semuanya berada Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya mengatakan awalnya mendapatkan informasi pengiriman barang haram tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat dan melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Edi dan Mulkani membawa barang haram tersebut dari Aceh menggunakan kendaraan Toyota Innova.  

"Atas informasi tersebut pada Jumat, 26 Juni 2020, sekitar pukul 17.00 WIB, tim melakukan penyisiran di jalan tol Lampung, Mesuji. Keesokan harinya, pada Sabtu, 27 Juni 2020 sekitar pukul 14.38 WIB, kendaraan yang dibawa Mulkani dan Edy terpantau masuk ke dalam rest area," kata dia.

Selanjtunya, tim mengikuti kendaraan tersebut masuk ke dalam area istirahat, dan sekitar pukul 14.45 WIB pada saat kendaraan melakukan pengisian BBM di rest area KM 171 JTTS, maka tim melakukan penangkapan terhadap keduanya.

"Kami periksa, ternyata disembunyikan di ban serep mobil tersebut," ujarnya.

Usai diperiksa, BNN melakukan pengembangan. Ternyata Edy akan melakukan transaksi dengan penerima dari Bandar Lampung. Transaksi penerimaan ekstasi tersebut dilakukan di SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Rajabasa, Lampung pada pukul 17.50 WIB.

Kemudian datang seorang yang menggunakan sepeda motor, menyambangi Edi untuk bertransaksi. Kemudian penerima barang tersebut yakni Rohman alias Oman ditangkap.

"Dari pengakuan Oman yang memerintahkann David dan akan diserahkan kembali (ekstasi) ke seseorang berinisial D," kata mantan Dirintelkam Polda Lampung Itu.

Aparat kembali melakukan pengembangan, di SPBU Kemiling sesuai keterangan Oman, namun penangkapan gagal.

"Disana kurir yang selanjutnya tidak kita temukan," katanya.

Dia mengugkapkan tak berselang lama, BNN juga menangkap dua orang pengendali yakni Nasir dan David. "Barang haram ini berasal dari Aceh dan informasi yang kita dapat memang mau di tebar di Lampung," katanya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114-112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar