#beritalampung#beritabandarlampung#pmi#tenagakerja

6.115 PMI Asal Lampung Bekerja di Luar Negeri Selama 2022

6.115 PMI Asal Lampung Bekerja di Luar Negeri Selama 2022
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mencatat hingga September 2022 sebanyak 6.115 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung berangkat ke luar negeri untuk menjadi pahlawan devisa. 

Adapun pekerjaan yang diambil oleh ribuan PMI ini meliputi sejumlah sektor baik formal maupun sektor informal. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, Senin, 3 Oktober 2022. 

"Adapun jumlah 6.115 PMI terbagi menjadi dua kategori yakni bekerja di sektor informal sebanyak 2.890 orang dan formal sebanyak 3.225 orang," kata Agus Nompitu, di Ruang Abung, Gedung Keratun. 

Agus menerangkan jika jumlah PMI di tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan tahun 2021 yang hanya berjumlah 4.187 orang.

Baca juga:  Harga Pertamax Turun Tipis, Masyarakat Bandar Lampung Masih lebih Memilih Beli Pertalite

"Alasannya di tahun 2021 adanya pandemi Covid-19 sehingga mengakibatkan pengiriman PMI yang tidak menentu (fluktuatif). Namun jika dibandingkan daerah lain memang Lampung cukup mendominasi dalam pengiriman PMI ke luar negeri," kata dia. 

Adapun ia menjelaskan negara tujuan PMI asal Lampung yang paling mendominasi diantaranya negara Hongkong, Taiwan, Singapura, Polandia, Uni Emirat Arab dan Zambia. "Masih ada negara lain di Asia Tenggara hingga Asia Timur, namun memang yang paling mendominasi daerah tersebut," kata dia. 

Meskipun terdata alami peningkatan, ia mengatakan jika pengiriman PMI ke luar negeri masih sering alami kendala. Diantaranya permasalahan dalam keimigrasian hingga kelengkapan dokumen pendukung. 

"Beberapa kendala yang terjadi dalam pengiriman PMI seperti alasan keimigrasian dan permasalahan dokumen di negera penempatan sehingga terdapat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang belum mengirimkan PMI," katanya. 

Sehingga dampak dari keterlambatan tersebut mengakibatkan PMI yang sudah ikut pelatihan kompetensi seperti skil maupun tingkah laku terpaksa tertunda. "Kemarin sudah dibicarakan degan Kemenlu kita berharap bisa dipercepat. Daftar tunggunya sekitar 1.500 sampai 2.000 dari berbagai LPK jadi lumayan banyak," katanya.

Sementara itu Kepala UPT BP2MI Bandar Lampung, Ahmad Salabi, mengatakan hingga September 2022 pihaknya mencatat terdapat kepulangan PMI dari negera tujuan ke Indonesia. 

"Total terdapat 143 orang, dimana 13 orang dinyatakan meninggal dunia, 3 PMI dinyatakan sakit, 102 PMI bermasalah dan 25 CPMI berasal dari hasil pencegahan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait