#tambang

52 Orang Tewas dalam Kecelakaan Tambang, Rusia Berkabung

52 Orang Tewas dalam Kecelakaan Tambang, Rusia Berkabung
Kecelakaan tambang di Siberia, Rusia tewaskan 52 orang./AFP


Moskow (Lampost.co) -- Sebuah wilayah pertambangan Siberia berkabung selama tiga hari setelah 52 orang tewas dalam kecelakaan tambang batu bara. Saat ini, penyelidik meluncurkan serangkaian investigasi atas bencana di tambang Listvyazhnaya di wilayah Keremovo.

Kecelakaan tersebut dilaporkan sebagai yang terburuk di Rusia selama lebih dari satu dekade.

Para pejabat menuturkan, tambang dipenuhi asap setelah ledakan gas. Sebanyak 52 orang tewas, termasuk enam penyelamat yang menjadi bagian dari operasi pencarian.

"Ini adalah tragedi besar bagi seluruh negara dan Kementerian Darurat Rusia," kata pejabat kementerian, Alexander Chupriyan, dilansir dari AFP, Jumat, 26 November 2021.

"Penyelamat, sama seperti penambang, melakukan tugas mereka sampai akhir. Nama mereka akan tetap diingat selamanya," lanjut dia.

Para penyelamat akan diberikan Order of Courage -- salah satu penghargaan tertinggi Rusia -- secara anumerta. Chupriyan mengatakan, ada korban yang ditemukan dalam keadaan hidup, tapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Ada 285 orang di tambang saat asap mulai memenuhi lokasi itu. Para penambang ketakutan, mereka panik dan berebut untuk menyelamatkan diri.

"Saya mungkin kehilangan kesadaran, saya tidak tahu berapa lama waktu berlalu," kata seorang korban selamat.

Ia mengatakan, mengulurkan tangan dan ada yang menangkapnya. Namun, ia tidak tahu siapa yang menarik dan dibawa kemana.

Diduga kecelakaan ini terjadi karena ledakan metana. Hingga kini, investigasi masih berlangsung di bawah kekhawatiran ledakan lain.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait