#BSPS#BantuanBedahRumah

500 Keluarga di Tubaba Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah

500 Keluarga di Tubaba Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah
Perbaikan kualitas rumah melalui program bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR


Panaragan (Lampost.co) -- Sebanyak 500 keluarga di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) batal mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat. Tubaba tidak masuk daftar penerima program bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut.

"Dalam SK yang ditetapkan Kementerian PUPR, Tubaba tidak masuk daftar penerima Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) 2021. Tapi, kami upayakan dapat melalui APBN Perubahan," ujar Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) setempat, Rizal Irawan, Kamis, 4 Maret 2021.

Ia mengatakan tahun ini Pemkab Tubaba mengusulkan 500 calon penerima bantuan BPSP yang akan mendapatkan Rp17,5 juta per keluarga. Sedangkan tahun 2020, kabupaten ini mendapatkan bantuan 450 keluarga tersebar di sepuluh desa di kabupaten setempat.

Rizal mengatakan untuk mendapatkan bantuan tersebut pemkab sudah mengusulkan dari program reguler maupun program aspirasi. Ia pun mengaku terkejut tahun ini Tubaba tidak mendapatkan kuota penerima bantuan tersebut.

Terpisah, Kabid Pembangunan, Pemeliharaan, dan Pengelolaan Kawasan Permukiman Tubaba, Guntur Padra Jaya mengatakan baru mengetahui hal itu setelah mendapatkan salinan SK penetapan program tersebut dari Kementerian PUPR. Selain Tubaba, tiga kabupaten di Lampung juga batal menerima bantuan.

Ia memastikan pihaknya sudah memasukan usulan BPSP melalui program aspirasi sesuai petunjuk pemerintah pusat. "Usulan dilakukan melalui jalur reguler dan aspirasi. Tahun ini kami mengusulkan melalui jalur aspirasi. Anehnya malah tidak masuk kuota," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Perkimta setempat, Singgih, menambahkan tahun anggaran 2020 lalu, pemkab setempat mendapatkan kuota 450 penerima bantuan. Kuota tersebut masuk dalam program reguler sebanyak 300 dan tambahan dari program aspirasi sebanyak 150 penerima.

"Kami sudah yakin tahun ini dapat kuota bantuan 500 penerima. Kemungkinan usulan dari Tubaba terlambat masuk dalam daftar usulan pusat," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait