#khitananmassal#sunatanmassal#pelindo#ipc#csr

500 Anak Ikuti Khitanan Massal Pelindo

500 Anak Ikuti Khitanan Massal Pelindo
GM IPC Panjang, Drajat Sulistyo bersama Asisten III Pemkot meninjau prosea khitanan massal di Pelindo Panjang, Rabu (19/12/2018). Lampost.co/Effran Kurniawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- IPC Pelabuhan Indonesia II (Persero) Panjang menggelar khitanan massal sebanyak 500 anak dalam rangkaian IPC Panjang Peduli, Rabu (19/12/2018). Dalam bentuk program Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan plat merah itu juga turut memberikan bantuan 1 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung.

General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo menjelaskan sebagai insan Pelindo dan umat manusia yang berdiri ditengah masyarakat, Pelindo membagi rasa syukur atas capaian kinerja dan pembangunan yang sudah dilakukan selama 1 tahun terakhir. Kerja yang dilaksanakan itu memperoleh nikmat dan pengembangan terhadap managemen IPC.

"Kami memperoleh banyak nikmat. Untuk itu kami membagi rasa syukur itu kepada masyarakat sekitar dan kota Bandar Lampung. Sebab, Pelindo sebagai BUMN dituntut untuk selalu hadir untuk negeri, yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dan negara," kata Drajat saat membuka IPC Panjang Peduli.

Untuk itu, lanjutnya, perusahaan yang dipimpinnya itu mencoba untuk terus mengembangkan kawasab Pelindo agar pertumbuhan ekonomi daerah dan negara dapat terus bertumbuh. Sebab, saat ini kontribusi Pelindo terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 0,9%.
 
"Pertumbuhan ekonomi daerah akan berjalan lambat jika pelabuhannya tidak baik. Untuk itu kami terus berbenah dan membangun pelabuhan menjadi lebih baik agar provinsi Lampung ini ekonominya dapat terus tumbuh. Kami berharap pelindo bisa terus berkembang dan terus maju untuk menumbuhkan ekonomi daerah," ujarnya.

Disamping itu, kata Drajat, pihaknya turut memberikan bantuan berupa 1 unit mobil pemadam kebakaran untuk Pemkot Bandar Lampung. "CSR kami juga ada memberikan mobil PMK agar bisa dimanfaatkan untuuk penanganan kebakaran, karena PMK di kota ini masih kekurangan dan BPBD sangat membutuhkan itu," ujar dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...

Berita Terkait

Komentar