#pmk#lampung

50 Ribu Dosis Vaksin Ternak Diprioritaskan untuk Booster 

50 Ribu Dosis Vaksin Ternak Diprioritaskan untuk Booster 
Ilustrasi diunduh Senin, 1 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung mengatakan saat ini pihaknya telah mendistribusikan 50 ribu dosis vaksin ternak yang dikirimkan oleh kementerian pertanian beberapa waktu lalu. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Disnakkeswan Provinsi Lampung, Lili Mawarti. Adapun vaksin tersebut diprioritaskan untuk memenuhi vaksin booster bagi ternak yang sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama.

"Pada minggu ini ada tambahan 50 ribu dosis. Ini sudah didistribusikan dan diutamakan 36.800 dosisnya untuk booster vaksin pertama sisanya untuk vaksin lanjutan sapi lain yang keadaannya sehat," kata Lili Mawarti, Senin, 1 Agustus 2022. 

Ia menjelaskan saat ini provinsi Lampung sudah terima vaksin sebanyak 88 ribu dosis dan sudah 86.044 ekor diberikan suntikan dosis pertama. 

"Artinya, sudah terealisasi 97,67 persen vaksinasi ini didistribusikan. Tak mencapai 100 persen karena ada beberapa kesulitan saat suntik hewan seperti sapi," ujar Lili. 

Ia memastikan dalam jangka waktu tidak lama, Kementan akan mengirimkan dosis vaksin kembali. 

"Selain penyaluran vaksin, pemerintah mengejar vaksin dan pemulihan ternak yang terdampak atau yang sakit jadi prioritas," jelas dia. 

Baca juga: Lampung Pastikan Tak Ada Kasus Baru PMK 

Lili menjelaskan rencananya Lampung mendapatkan vaksin pertama sebanyak 845.714 dosis dan tahap kedua untuk booster sebanyak 882.714 dosis. 

"Namun, ini pengirimannya bertahap. Jadi, melalui proses, tidak langsung semuanya. Sebab daerah lain juga butuh," kata dia. 

Pihaknya saat ini menunggu tahapan pengiriman vaksin dari pusat. Lili menjelaskan pihaknya sudah selesai mendata, dan sapi yang sudah divaksin akan ditandai untuk mendapat vaksin lanjutan yakni booster. Lili memastikan hewan ternak di Lampung yang sehat akan mendapatkan full vaksin. 

"Agar PMK teratasi sehingga upaya zero kasus bisa tercapai," tutup dia.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait