lampuracovid-19

48 Warga Lampura Sembuh dari Covid-19

48 Warga Lampura Sembuh dari Covid-19
dok Lampost.co


KOTABUMI (Lampost.co) -- Kepala Sekretariatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Lampura, Sanny Lumi Sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi mengatakan hingga kini jumlah warga terkonfirmasi covid-19 mencapai 87 orang.

Dari hasil sampel swab test yang dikirim sebanyak 141 pcs ke Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 4 orang terkonfirmasi positif covid-19, pada Senin, 21 September 2020.

"Total sampel yang kita kirim sebanyak 200 pcs, sisanya 59 masih menunggu hasil uji lab, "kata Sanny, Selasa, 22 September 2020.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah warga yang masih diisolasi mencapai 31 orang. Baik di fasilitas disediakan pemerintah maupun secara mandiri. Sementara, pasien sembuh mencapai 48 orang, dan meninggal dunia sebanyak 2 kasus.

"Data terakhir yang kita dapat tadi malam ada 3 orang terkonfirmasi positif, 1 diantaranya adalah kasus baru yang memiliki riwayat perjalanan dari cluster Jakarta. Sementara sisanya merupakan pengembangan dari warga kontak langsung dengan kasus sebelumnya, "terangnya.

Sanny menjelaskan satu kasus baru berasal dari Kacamatan Abung Tengah, berjenis kelamin perempuan umur 38 tahun. Sementara dua lainnya, berasal dari Kecamatan Sungkai Tengah dan Kotabumi. Merupakan hasil tracking kasus terkonfirmasi covid-19 sebelumnya.

"Dan yang terbaru ada 40 orang yang kita swabtestnya, dari pengembangan kasu yang ada saat ini, "imbuhnya.

Sebelumnya, merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-Covid-19 Lampura, sampai dengan saat ini telah melakukan tracing pengambilan kepada 140 uji swabtest terhadap mereka melakukan kontak dengan warga terkonfirmasi maupun pelaku perjalanan. Dari sebelumnya 92 trecing, yang mengasilkan penambahan 2 orang terkonfirmasi disana.

Sekretaris GTPP, Lekok, sekaligus Sekretaris Daerah Lampura mengatakan saat ini pemerintah daerah telah memberikan arahan kepada seluruh satuan tugas (Satgas) GTPP sampai ditingkat perdesaan. Agar dapat melakukan upaya prepentive pencegahan dilapangan, mulai dari memantau secara ketat aktivitas pelaku perjalanan. Baik itu dari wilayah pendemi atau zona merah maupun yang berasal dari daerah terpapar dalam keadaan terburuk (merah), tingkat penyebaran covid-19.

"Bila ada aktivitas keluar masuk warga, baik itu berasal dari desa/kecamatan maupun dari daerah pendemi harus dilaporkan kepada satgas GTPP. Mulai dari tingkat desa-kecamatan, lalu mempersiapkan fasilitas karantina. Dengan memperhatikan keadaan atau gejalanya, seperti yang memiliki gejala ataupun tidak, "kata Lekok, Selasa, 15 September 2020 menanggapi persiapan daerah antisipasi lonjakan pendatang pasca ditetapkannya Jakarta melaksanakan PSBB siang.

Selain itu, menurutnya, pihaknya mendorong kepada satgas gugus tugas sampai ditingkat bawah untuk dapat memberikan edukasi atau pencegahan terhadap masyarakat umum. Sehingga memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang saat ini telah menyentuh diangka 82. Setelah sebelumnya 80, ada penambahan hari ini sebanyak 2 kasus.

"Itu yang coba kita laksanakan kedepan, sebagai antisipasi terhadap lonjakan pendatang. Baik itu diwilayah melakukan pengetatan terhadap mobilitas warga maupun orang yang memiliki riwayat (trecing), "terangnya.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait