#haji2021#internasional

46 Ribu Jemaah Haji Tiba di Mina, Saudi Pantau Protokol Kesehatan

46 Ribu Jemaah Haji Tiba di Mina, Saudi Pantau Protokol Kesehatan
Jemaah haji melakukan ritual tawaf dengan menerapkan protokol kesehatan di Makkah, Arab Saudi, Sabtu malam, 17 Juli 2021. AFP /Fayez Nureldine


Mina (Lampost.co) -- Puluhan ribu orang memulai ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Minggu, 18 Juli 2021. Dengan ancaman pandemi Covid-19, ibadah haji tahun ini dikurangi drastis hanya untuk 60 ribu warga lokal dan ekspatriat yang ada di Arab Saudi.

Di waktu normal, ibadah haji biasanya diikuti sekitar 2,5 juta jemaah haji. Sejak Sabtu malam, jemaah melakukan tawaf dan kemudian pergi menuju Mina.

"Sebanyak 46 ribu jemaah telah tiba di Mina," ucap Deputi Menteri Haji dan Umrah Abdelfattah bin Suleiman Mashat kepada kantor berita AFP pada Minggu pagi.

"Jumlah jemaah perempuan yang mengikuti ibadah haji tahun ini melebihi 40 persen," sambungnya.

Mina berada di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan batu. Pada setiap tahunnya, area ini diubah menjadi kamp besar bagi para jemaah haji.

Seperti tahun sebelumnya, ibadah haji tahun ini dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh jemaah terlihat memakai masker saat beribadah, dengan sejumlah petugas memantau ketat kepatuhan terhadap prokes.

"Tim kesehatan publik terus memonitor status kesehatan jemaah sejak mereka tiba di Makkah," kata Sari Asiri, Direktur Departemen Haji dan Umrah dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

"Siapapun yang terinfeksi (Covid-19) akan langsung dibawa ke fasilitas isolasi," sambungnya.

Senin, jemaah akan mendaki Gunung Arafah yang diyakini sebagai tempat terakhir kalinya Nabi Muhammad SAW berdakwah. Di sana, para jemaah akan melakukan beragam ibadah, termasuk membaca Alquran. Satu hari setelahnya, para jemaah akan melakukan ritual melempar jumrah.

Ibadah haji tahun lalu digelar dalam skala terkecil di era modern karena kemunculan Covid-19. Otoritas Arab Saudi awalnya mengatakan hanya ada 1.000 jemaah yang dibolehkan menunaikan ibadah haji, walau media lokal melaporkan jumlahnya mencapai 10 ribu.

Arab Saudi mengklaim tidak ada infeksi Covid-19 selama pelaksanaan ibadah haji tahun lalu. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait