#beritanasional

44 Eks Pegawai KPK Ikuti Orientasi dan Pembekalan Dua Pekan

44 Eks Pegawai KPK Ikuti Orientasi dan Pembekalan Dua Pekan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) mengucapkan selamat kepada sejumlah mantan pegawai KPK yang mengikuti pelantikan di Mabes Polri. MI/Andri Widiyanto.


Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak 44 eks pegawai KPK yang baru dilantik menjadi ASN Polri menjalani kegiatan orientasi dan pembekalan di Pusdikmin Lemdiklat Polri, Bandung, Jawa Barat, selama dua minggu. Kegiatan dimulai 10 sampai dengan 23 Desember 2021. Itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi, Sabtu, 11 Desember 2021. Rusdi mengatakan Novel Baswedan dkk bakal menjalani berbagai kegiatan di Bandung. Misal, pembekalan yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hingga sejumlah pejabat utama Mabes Polri. 

"Ceramah dari Kemenpan-RB, Kepala LAN (Lembaga Administrasi Negara), dan ceramah dari pejabat utama Mabes Polri, antara lain AS SDM Kapolri, Asrena Kapolri, dan Kadiv Propam. Ceramah tentang kebijakan sistem pembangunan nasional, kebijakan dan transformasi pengelolaan SDM aparatur, kebijakan pengelolaan organisasi pemerintah, kegiatan diskusi tentang kebijakan-kebijakan tersebut," kata Rusdi. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik 44 mantan pegawai KPK menjadi ASN Polri. Sigit meminta Novel Baswedan dkk memperkuat jajaran organisasi Polri.

"Dalam rangka memperkuat komitmen kami terkait dengan pemberantasan tindak pidana korupsi dan ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden pada saat pelaksanaan Hari Antikorupsi Sedunia tadi pagi," ujar Sigit di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (9/12/2021). "Beliau sampaikan pemberantasan korupsi tidak hanya masalah penegakan hukum tetapi harus lebih menyentuh pada hal yang bersifat fundamental selesaikan akar-akar permasalahan," sambungnya. 

Sigit meminta Novel dan para ASN Polri yang baru dilantik juga mengawal program Pemulihan Ekonomi Nasional agar anggaran yang digunakan tepat sasaran.

"Negara kita saat ini sedang menghadapi posisi sulit sehingga kita betul kawal program Pemulihan Ekonomi Nasional. Bagaimana kita kawal agar APBN yang dipergunakan tepat sasaran dan kurangi risiko terjadinya kebocoran," kata Sigit.
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait