hajikorona

425 Calon Jemaah Haji Lamsel Batal Berangkat Tahun Ini

( kata)
425 Calon Jemaah Haji Lamsel Batal Berangkat Tahun Ini
Ilustrasi. Dok Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co) -- Ratusan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Lampung Selatan batal diberangkatkan ke tanah suci untuk menjalankan rukun islam ke-5 pada tahun ini. Hal ini berdasarkan keputusan dari pihak Kementerian Agama RI No. 494 tahun 2020 tentang, pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan haji tahun 1441 hijriah.

Peniadaan pelaksanaan haji pada 2020, atas pertimbangan keselamatan jamaah haji ditengah kondisi Covid-19 yang melanda sejumlah negara, termasuk Arab Saudi.

Kasi peyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan Jamhuri, mengatakan  total CJH yang telah melunasi ongkos naik haji (ONH) 2020 sebanyak 425 jiwa. Dengan rincian 418 jam'ah yang berangkat dan 7 orang jamaah cadangan yang telah melunasi ONH.

"Yang telah melunasi 425 orang, 418 reguler, 7 cadangan namun sudah melunasi," ujarnya, Selasa, 2 Juni 2020.

Dia menjelaskan, terkait dengan uang pelunasan ONH para CJH, pemerintah telah mengeluarkan beberapa opsi diantaranya, untuk uang pelunasan boleh diambil, dengan catatan apabila ada pemberangkatan tahun depan, CJH harus melakukan pelunasan kembali.

"Uang pelunasan ONH besarannya Rp9.433.000, itu bisa diambil. Namun, untuk pemberangkatan tahun 2021, CJH dapat melakukan pelunasan kembali," jelasnya. 

Sementara untuk opsi lainnya, apabila uang pelunasan itu tidak diambil maka pemanfaatkan uang tersebut akan dilakukan bagi hasil oleh bank penerima setoran haji dan akan dikirim ke masing-masing CJH.

"Jadi dalam setahun itu nilai kemanfaatnya akan dilakukan bagi hasil dan dikembalikan ke masing-masing jamaah, paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan di tahun 2021, tanpa harus membayar pelunasan kembali," katanya. 

Jamhuri pun menambahkan, sesuai regulasi yang ada, CJH yang batal berangkat haji tahun ini, akan diberangkatkan pada 2021.
"Secara otomatis yang berangkat tahun 2022 mundur," tegasnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Lampung Selatan A Kholil menuturkan, Pemkab Lampung Selatan akan menyurati Pemprov Lampung terkait anggaran ongkos transit daerah (OTD) yang telah disetorkan pada 20 Mei 2020 lalu. Dimana OTD itu untuk 418 orang dengan nilai OTD masing-masing Rp2.415.966 dengan total anggaran Rp1.009.873.788.

"Karena batal, ya OTD-nya kita minta kembali, karena itu menggunakan APBD Lamsel. Jadi, harus ada pertanggungjawabannya dan itu nanti akan dikembalikan ke Kasda menjadi Silpa," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar