#anginkencang#bantuan

42 Warga Terdampak Angin Kencang Harapkan Adanya Bantuan Pemerintah

42 Warga Terdampak Angin Kencang Harapkan Adanya Bantuan Pemerintah
Warga terdampak angin kencang di Abung Selatan, Lampung Utara, mendapat bantuan sembako. (Foto:Dok.Kominfo)


KOTABUMI (Lampost.co)--Hujan deras disertai angin kencang pada Jumat, 18 Maret 2022, menyebabkan 42 rumah di dua desa di Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, terdampak.

Berdasarkan informasi dihimpun, setidaknya ada 42 rumah terdampak musibah ini yakni di Desa Bumi Raya (15) dan Kembang Tanjung (27).

"Untuk di Kembang Tanjung tersebar dusunnya, kalau di Bumi Raya itu satu dusun atau RT saja. Yakni di Rt/Rw 006/004," ujar Camat Abung Selatan, Mayadi, saat dihubungi Lampost melalui ponselnya, Minggu, 20 Maret 2022.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi mulai dari tingkat ringan sampai dengan berat. Khusus di Desa Kembang Tanjung ada dua rumah mengalami rusak berat, sisanya rusak sedang (14) dan rusak ringan (11).

"Rata-rata atap rusak, khusus di Kembang Tanjung itu yang berat beratapkan asbes.  Nah kalau di Bumi Raya, kebanyakan genting,  rusknya cukup berat," terangnya.

Berita Terkait: Dua Kecamatan di Lampura Terdampak Angin Kencang dan Banjir

Dia menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan pendataan, nanti akan segera diajukan ke pemerintah daerah untuk mendapatkan bantuan.

"Alhamdulillah hari ini, warga kita yang terdampak angin kencang telah mendapat bantuan pemerintah daerah tahap awal. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras, minyak sayur, gula, sarden sampai teh celup," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) menerima pengajuan dari bawah (desa) dalam mengakomodir aspirasi warga. Khususnya mereka menjadi korban bencana, untuk mendapat bantuan pemerintah dalam hal perbaikkan. Dan pada tahap awal ini  bantuannya berupa sembako.

Bantuan sembako ini setidaknya mengurangi beban masyarakat. Kita menunggu pengajuan perbaikan rumah masyarakat," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Edi Warsono mewakili Kepala BPBD Lampura Nozi Efialis.

Untuk banjir di Perum Griya Nuwo Mapan Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, kata Edi, bahwa tempat tersebut telah menjadi langganan setiap ada hujan lebat. Sehingga beberapa diantaran penghuninya memilih pergi atau mengungsi. Hanya beberapa saja yang bertahan di sana.

"Banjir berlangsung cepat, hanya 3 jam sejak hujan air naik. Tapi memang langganan karenanya hanya 4 orang saja terdampak dan memilih mengungsi," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait