#nyiblorong#penggandaanuang#beritalampung#penipuan

42 Warga Jadi Korban Ritual Penggandaan Uang 'Nyi Blorong', Kerugian Capai Rp1,69 Miliar

42 Warga Jadi Korban Ritual Penggandaan Uang 'Nyi Blorong', Kerugian Capai Rp1,69 Miliar
Pimpinan Padepokan Cahaya Pelangi, Lasmini bersama suami dan pengikut saat di Mapolda Lampung. Foto: Asrul Septian Malik


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 42 orang sudah menjadi korban penipuan penggandaan uang oleh Lasmini  yang dikenal dengan sebutan Nyi Blorong, pimpinan Padepokan Cahaya Pelangi di Pardasuka, Katibung, Lampung Selatan. Kerugian yang diderita para korban untuk sementara mencapai Rp1,69 miliar.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol M. Barly mengatakan Padepokan tersebut sudah beroperasi selama tiga tahun. Dari 42 korban, ada 5 korban yang mengalami kerugian besar mulai dari Rp20 juta hingga Rp1,4 miliar. Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Korban rata-rata orang yang dalam keadaan terlilit hutang atau susah, sehingga tertarik untuk menjadi anggota Padepokan Cahaya Pelangi. "Penipuan berkedok penggandaan uang. Jadi modusnya mencari orang atau pengikut. Yang mau digandain, ya disetorkan," ujar Barly, Kamis (8/8/2019).

Barly mengatakan, tak menutup kemungkinan pelaku bertambah, begitu juga dengan korban. Sebab ada juga pengikut mereka yang mencari orang untuk digandakan uangnya. "Masih dikembangkan," kata alumnus Akabri 1993 itu.

Berbagai barang bukti bersifat klenik dan mistis pun disita yakni beberapa kotak dengan warna dan motif untuk menyimpan uang, beberapa buku tabungan, laptop, dompet, koper berisi benda klenik dari logam, buku catatan setoran, boneka jenglot, dupa, tiga lukisan Nyi Blorong, dan berbagai benda lainnya.

"Modusnya ada ritual-ritual gitu lah," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Padepokan Cahaya Pelangi, Lasmini mengatakan dirinya dilaporkan oleh kliennya bernama Mirza belum lama ini, karena yang yang disetor tak bisa digandakan. "Kalau deket ini baru satu pak Mirza. Kalau padepokan saya udah tiga tahun," katanya di Mapolda Lampung.

Berita terkait:

Menelusuri Padepokan Nyi Blorong Si Pengganda Uang

Dalam menjalankan ritual, ia pun membacakan beberapa ayat suci seperti surat Al Ikhlas dan doa Nurbuat. Kemudian disiapkan juga benda-benda klenik. "Pakai dupa, minyak tampu, kain putih, merah dan hitam, sama ya tadi (ritual)," katanya.

Di padepokannya yang baru berjalan selama 3 tahun, total sudah ada 15 pengikut. Lasmini berdalih kegiatannya hanya ritual wirid dan mencoba mengadakan uang. "Kalau uangnya belum pernah nambah. Kita pakai buat beli dupa, minyak, sama makan jamaah," katanya.

 

EDITOR

Asrul Septian Malik/Perdhana Wibisono

loading...




Komentar


Berita Terkait