#vaksinasi#covid-19

41 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Terproteksi Vaksin Booster

41 Juta Jiwa Penduduk Indonesia Terproteksi Vaksin Booster
Vaksinasi covid-19. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Satuan Tugas (Satgas) covid-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang menerima dosis ketiga atau penguat hingga Minggu mencapai 41 juta jiwa atau 19,69 persen dari total sasaran sebanyak 208.265.720 jiwa.


Data Satgas covid-19 yang diterima di Jakarta Minggu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin covid-19 bertambah 9.823 menjadi 165.641.991 orang.

Sedangkan penerima dosis pertama tidak ada penambahan, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 199.346.528 orang.

Baca juga: Warga Indonesia Terima Vaksin Booster Mencapai 40,18 Juta Jiwa

Dengan demikian, suntikan dosis pertama vaksin covid-19 tercatat diberikan pada 95,71 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi covid-19.

Sementara warga yang menjalani dua dosis vaksin covid-19 meliputi 79,53 persen dari total sasaran.

Sebelumnya, para pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan vaksin masih sangat efektif untuk melawan covid-19. Bahkan saat varian-varian baru dari penyakit tersebut muncul di Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

Data WHO menunjukkan kasus covid-19 di seluruh dunia secara bertahap menurun. Dengan laporan kematian mingguan tercatat di level terendah sejak Maret 2020.

Namun demikian, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan dalam sebuah konferensi pers, tren itu tidak menunjukkan cerita lengkapnya.

"Didorong subvarian Omicron, kami melihat adanya kenaikan jumlah kasus yang dilaporkan di benua Amerika dan Afrika. Para ilmuwan Afrika Selatan yang mengidentifikasi Omicron pada akhir tahun lalu kini melaporkan dua subvarian Omicron lainnya, yakni BA.4 dan BA.5, sebagai penyebab dari lonjakan kasus di Afrika Selatan," ujar dia.

"Masih terlalu dini untuk mengetahui kedua subvarian tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dari pada subvarian Omicron lainnya. Tapi, data awal menunjukkan vaksinasi masih memberikan perlindungan dari penyakit parah dan kematian," katanya.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait