#Kesehatan

4 Alasan Mengapa Banyak Orang Gagal Diet

4 Alasan Mengapa Banyak Orang Gagal Diet
Ilustrasi. Google Images


Jakarta (Lampost.co) -- Bagaimana pun cara seseorang mengatur asupan makanan dan minuman tertentu, tetap saja beberapa orang yang mengubah dietnya tidak mengalami penurunan berat badan. Hal ini karena penurunan tersebut tidak hanya terjadi karena faktor makanan saja.

Mengutip dari Very Well Fit, ada faktor-faktor yang perlu kamu perhatikan dan mungkin bisa kamu ubah seperti:

1. Kebosanan

Makan tanpa berpikir terjadi saat kamu bosan dan saat kamu membutuhkan pengalih perhatian. Bosan adalah salah satu alasan paling umum kamu makan saat kita tidak lapar. Jadi, apa solusinya? Cari gangguan lain (hubungi teman atau jalan-jalan) atau coba tentukan apakah kamu benar-benar lapar atau tidak.

2. Selalu pilih rendah lemak

Makanan yang tinggi lemak seringkali mengandung lebih banyak kalori daripada makanan rendah lemak, akan tetapi makanan tersebut juga memberikan kepuasan atau rasa kenyang yang lebih besar bila dimakan dalam porsi yang tepat.

Makanan rendah lemak mungkin terdengar seperti pilihan yang lebih sehat, tetapi ini dapat memberikan lingkaran kesehatan palsu. Oleh karena itu dapat mengarahkan kamu untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dalam jumlah yang lebih banyak.

3. Stres

Banyak dari kamu mengelola emosi dengan makanan. Makanan memberikan kenyamanan, seringkali memberimu rasa kontrol dan merupakan sumber kenikmatan. Tapi kalori kenyamanan itu bertambah.

Jika kamu curiga bahwa makan emosional mengganggu dietmu, pertimbangkan alternatif sehat untuk mengurangi stres yang ada. Ikuti yoga, hubungi teman dan keluarga untuk mendapatkan dukungan, atau temukan profesional.

4. Latihan Intens

Percaya atau tidak, olahraga kamu mungkin menjadi alasan mengapa berat badan tidak turun. Beberapa program bisa berbahaya bagi program penurunan berat badan kamu.

Cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas fisik sepanjang minggu. Ini artinya kamu harus menjadwalkan latihan sedang bersama dengan pembakar lemak intensitas tinggi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait