#kebakaran#lamsel

36 Kasus Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan Selama 2021

36 Kasus Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan Selama 2021
ebuah pondok yang digunakan untuk mengaji di Dusun Tanjungberingin Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, ludes terbakar pada Jumat, 20 Agustus 2021. (Foto:Dok.Lampost)


Kalianda (Lampost.co)--Sepanjang tahun 2021, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menangani 36 kasus kebakaran.

Berdasarkan data Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, 36 kasus kebakaran itu terhitung sejak 1 Januari-25 November 2021. Dimana kasus kebakaran tertinggi melanda bangunan rumah dengan 25 kasus. 

Tak hanya itu, sijago merah juga mengamuk dengan membakar bangunan milik perusahaan sebanyak 6 kasus, kebakaran kendaraan 2 kasus, kebakaran ponpes 1 kasus, kebakaran kantor pelayanan milik negara 1 kasus dan kebakaran lahan satu kasus.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail,  menyatakan atas kasus kebakaran itu pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kepada 9 pihak korban kebakaran.

"Total kasus bencana kebakaran sampai 25 November 2021 tercatat sebanyak 36 kasus. 9 diantaranya sudah mendapatkan bantuan dan 1 sedang dalam proses pengajuan bantuan," jelasnya, Minggu, 28  November 2021.

Tak hanya menangani kasus kebakaran, pihak Damkarmat kini juga melakukan sejumlah aksi penyelamatan atau melakukan evakuasi disepanjang tahun 2021 ini, Maturidi menjelaskan, total aksi evakuasi itu tercatat ada 55 kali. Dimana, untuk tindakan evakuasi dilakukan terhadap sarang tawon 25 kali, ular 10 kali, kucing 9 kali, biawak 3 kali, ternak sapi 1 kali, buaya 1 kali, pohon tumbang 3 kali dan cincin 1 kali.

Selain itu, pihak Damkarmat juga melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat dalam sumur sebanyak 1 kali dan orang tenggelam sebanyak 1 kali.

"Data ini, data nonkebakaran yang dilaksanakan jajaran bidang penyelamatan," jelasnya. 

Sementara itu, Kabid Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menambahkan kasus kebakaran terhadap bangunan tertinggi akibat konsleting listik atau hubungan arus pendek.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai penyebab kebakaran karena penggunaan kabel dan alat kelistrikan yang tidak standar dan tidak sembarangan dalam menggunakan arus listrik.

"Harus waspada, karena kasus tertinggi akibat hubungan arus pendek. Jadi, gunakan kabel standar. Jika tidak digunakan, penggunaan alat kelistrikan lebih baik dimatikan serta gunakan MCB standar dan tidak mengubah MCB yang bukan kapasitasnya,"tambahnya. 

Rully mengajak agar masyarakat juga memperhatikan dalam penggunaan gas elpiji. Hal ini juga menjadi faktor penyebab kebakaran. Jadi, kalau sedang bepergian, lebih baik lepas regulator pada selang gas elpiji. Kalau selang gas mengalami kebocoran, segera diganti, katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan juga membuka nomor layanan Call Center apa bila terjadi kebakaran dan kejadian yang bersifat darurat  masyarakat dapat menghubungi nomor 0822-7951-3682 atau (0727) 333-005-3.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan dalam pembahasan Ranperda APBD tahun 2022 pada Jumat,26 November 2021 lalu, memberikan saran kepada Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar dan Penyelamatan) Lamsel untuk lebih cekatan mendatangi tempat kejadian kebakaran.

Selain itu, cek peralatan Damkar dan Penyelamatan sebelum terjadi kebakaran dan kejadian lainya.

"Kami minta ketika ada kejadian segera datangi tempat kejadian perkara (TKP). Jangan sampai begitu sampai api sudah hampir padam. Bahkan, ketika tiba dilokasi TKP alatnya tidak bisa dipergunakan. Hal ini bisa menyukut emosi warga,"kata Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosadi. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait