#beritalampung#beritatulangbawang#bencanaalam

36 Kampung di Tulangbawang Rawan Bencana

36 Kampung di Tulangbawang Rawan Bencana
Ilustrasi. Foto: Google Images


Menggala (Lampost.co): Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulangbawang, Kennedy, mengatakan terdapat 36 kampung di daerah setempat rawan terjadi bencana alam.

Dia mengatakan 36 kampung itu tersebar di 11 kecamatan. Selain rawan dilanda bencana banjir juga berpotensi terjadi bencana angin puting beliung.

"Hasil pemetaan kami ada 36 kampung di 11 kecamatan berpotensi terjadi musibah bencana alam. Penyebabnya karena sebagian wilayah itu dilalui aliran sungai Way Tulangbawang," ujar Kennedy, kepada Lampost.co, Selasa, 26 Juli 2022.

Kennedy menjelaskan untuk daerah rawan banjir di Kecamatan Menggala berada di Kelurahan Menggala Kota, Menggala Selatan, dan Menggala Tengah.

Kemudian di Kecamatan Menggala Timur, berada di Kampung Menggala, Sungailuar, dan Bedarowindah. Kemudian di Kecamatan Dente Teladas berada di Kampung Pasiran Jaya dan Pendowoasri. Selanjutnya, Kecamatan Gedungmeneng berada di Kampung Gedungmeneng, Bakungilir, Bakungudik, dan Gunungtapa.

Selanjutnya, untuk Kecamatan Rawapitu terdapat lima kampung berpotensi terjadi musibah banjir berada di Kampung Panggungmulyo, Andalascermin, Dutayoso Mulyo, Bumisari, dan Gedungjaya.

Di Kecamatan Gedungaji terdapat dua daerah yang rawan banjir yakni Kampung Gedungaji dan Penawar. Sementara di Kecamatan Gedungaji Baru berada di Kampung Mekarasri dan Mesirdwi Jaya.

"Total ada 21 kampung di tujuh kecamatan yang berpotensi terjadi banjir," ujar dia.

Sementara itu untuk daerah yang berpotensi rawan terjadi bencana angin puting beliung tersebar di lima kecamatan dengan total 15 kampung.

Di Kecamatan Banjarmargo berada di Kampung Agungdalam, Sumbermakmur, Purwajaya, dan Agungjaya. Kemudian Kecamatan Banjaragung di Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Tritunggal Jaya, dan Mulyajaya. Selanjutnya, Kecamatan Rawapitu berada di Kampung Gedungjaya, Bumisari, Dutayoso Mulyo, Andalascermin, dan Rawaragil.

Selain itu, di Kecamatan Meraksaaji di Kampung Paduanrajawali. Terakhir, Kecamatan Denteteladas di Kampung Pasiranjaya dan Pendowoasri.

Kennedy mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sebab musibah banjir dan angin puting beliung merupakan bencana alam yang tidak dapat diketahui kapan akan terjadi.

Dia mengatakan langkah antisipasi untuk meminalisir kerugian dan terjadi jatuhnya korban jiwa dengan gencar melakukan sosialisasi tanggap bencana kepada sejumlah masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai.

"Kami juga menyiagakan personel untuk memantau debit air sungai Way Tulangbawang yang sewaktu-waktu bisa naik," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait