#beritalampung#beritabandarlampung#umkm

33 UMKM di Bandar Lampung Ajukan Sertifikasi BPOM

33 UMKM di Bandar Lampung Ajukan Sertifikasi BPOM
Pelaku usaha umkm bidang kuliner. Dok/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co): Pandemi Covid-19 dan badai PHK menyebabkan adanya peningkatan terhadap pelaku UMKM terutama di sektor industri makanan dan minuman. Namun, banyak pelaku UMKM yang kurang memperlihatkan legalitas keamanan dari produk yang dipasarkan. 

Untuk itu, BPOM Bandar Lampung selalu melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha yang hendak mendapatkan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Saat ini, tercatat ada 33 UMKM yang sedang melakukan pengajuan sertifikasi. 

"Sekarang semuanya (ijin edar PIRT dan BPOM) sudah berbasis sistem, sudah terintegrasi dengan OSS-RBA, ijin edar PIRT contohnya dapat diterbitkan dalam 1 hari, hanya diperlukan komitmen pelaku usaha," kata Plt. Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Zamroni, Rabu, 28 September 2022.

Zamroni mengatakan komitmen pelaku usaha yang dimaksud yakni memenuhi Pelatihan Keamanan Pangan (PKP), memenuhi sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Label. 

Baca juga: Distribusi Minyakita Mendahulukan Wilayah Timur Indonesia

"Kalau prosesnya sesuai ketentuan, bisa diproses dalam waktu 3 bulan. Jika belum terpenuhi, dapat diperpanjang 3 bulan lagi," katanya. 

Baca juga:  

Sementara itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2018 tentang Pangan, kriteria pangan olahan dapat dibedakan menjadi tiga. Pertama, pangan olahan yang tidak perlu izin edar BPOM. 

"Kriterianya, punya masa simpan atau kedaluwarsa kurang dari 7 (tujuh) hari Dibuktikan dengan tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada label, Dijual dan dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil sesuai permintaan konsumen, dan Pangan olahan siap saji," kata Zamroni. 

Kedua, produk yang tidak wajib memiliki izin edar dari BPOM maupun pemerintah daerah kabupaten/kotakota,  seperti Pangan olahan siap saji yang disimpan sementara pada suhu beku selama pendistribusian dengan masa simpan kurang dari 7 hari dan diproduksi berdasarkan pesanan.

"Ketiga, yakni wajib memiliki izin edar dari BPOM maupun pemerintah daerah kabupaten/kota, seperti angan olahan beku (frozen food) yaitu mengaplikasikan proses pembekuan dan dipertahankan tetap beku pada suhu -18 derajat Celcius sepanjang rantai distribusi dan penyimpanannya, serta memiliki masa simpan selama 7 hari atau lebih dan diproduksi secara masal," Zamroni.

Zamroni mengajak seluruh pelaku usaha yang masuk dalam kriteria wajib memiliki izin edar dari BPOM maupun pemerintah daerah kabupaten/kota untuk segera melakukan registrasi dan pendaftaran sertifikasi BPOM. 

"Keuntungan memiliki izin edar produk memiliki legalitas, adanya jaminan mutu dan keamanan, meningkatkan daya saing dan meningkatkn kepercayaan masyarakat. Jadi harus disertifikasi, itu juga untuk kepentingan usaha masing-masing," kata dia. 

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait