#pmk#lampungtengah

320 Sapi dari Seputihmataram Lamteng Pernah Dikirim ke Kota Batam

320 Sapi dari Seputihmataram Lamteng Pernah Dikirim ke Kota Batam
Dokumen ternak sapi berasal dari Kampung Variaagung Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah yang dikirim ke Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau.


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sebanyak 320 sapi asal Kampung Variaagung, Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampumg Tengah, dikirim ke Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, pada 17 Juni 2022. Hewan ternak itu masuk dan dibongkar di Kota Batam pada 20 Juni 2022 melalui jalur laut menggunakan kapal motor penyeberangan (KMP) murni II, GT 277. 

Dari dokumen yang diterima oleh Lampost.co, 320 ternak sapi itu terdiri dari 270 ekor sapi Bali dan 50 ekor sapi simetal. Dokumen tersebut adalah dokumen sertifikat kesehatan hewan nomor: 2022.1.1101.0.K11.K.000020 dari Kementerian Pertanian Badan Karantina Pertanian dengan keterangan sehat.

Sementara dari dokumen lain yang diterima Lampost.co, Balai Veteriner Bukit Tinggi, dalam surat nomor 27001/PK.310/F4B.1/06/22, perihal hasil uji laboratorium dengan tanggal kirim 24 Juni 2022 dan tanggal terima 28 Juni 2022, dengan jenis layanan diagnosis.

Adapun sapi Bali dari Desa Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengikuti lab uji bioteknologi jenis uji PMK PCR dengan kesimpulan atau diagnosis penyakit mulut dan kuku positif (1). Selanjutnya, sapi dari Lampung Tengah baru dua hari di tempat penampungan (IKHS), telah disembelih sebelum diambil sampelnya. Karena sudah lemas gejala klinis lepuh pada lidah, gusi, dan teracak.

Baca juga: Dinas Peternakan Lampung Tengah akan Periksa Sapi Positif PMK

Di sisi lain, Kepala Kampung Variaagung, Sudiyanto, menerangkan tidak pernah menandatangani dokumen yang berkaitan dengan hewan ternak.

"Sampai hari ini saya tidak pernah mengeluarkan surat, saya juga bingung," kata Sudiyanto di rumah, Kamis, 7 Juli 2022.

Menurutnya, dinamika yang terjadi para peternak mengurus dokumen perihal ternak sapi ke kampung dalam jumlah banyak. Kemudian, peternak mengisi dokumen sendiri.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Tengah, Taruna Bifi Kopwari, menerangkan pihaknya belum mengetahui data tersebut.

"Kami belum tahu datanya," kata Taruna melalui telepon, Kamis, 7 Juli 2022.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait