#bedahrumah#bantuansosial#beritatulangbawang

300 Warga Tak Mampu Tulangbawang Dapat Bantuan Bedah Rumah

300 Warga Tak Mampu Tulangbawang Dapat Bantuan Bedah Rumah
Bupati Tulangbawang Winarti saat launching dan menyerahkan buku tabungan secara simbolis bantuan tersebut, di Kecamatan Banjarbaru, Kamis, 16 Juli 2020. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co): Sebanyak 300 rumah warga Kabupaten Tulangbawang akan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan program bedah rumah. Bantuan tersebar di empat kecamatan di kabupaten setempat.

Bupati Tulangbawang Winarti mengatakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga, 300 unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat yang kurang mampu akan diperbaiki pemerintah.

Winarti pun meminta, meski di tengah penyebaran pandemi wabah virus korona atau Covid-19 pembangunan dapat segera terealisasi.

"Ada 300 unit rumah yang akan dibedah. 100 unit rumah dibedah melalui dana APBD dan 200 unit melalui APBN. Itu tersebar di empat Kecamatan Menggala Timur, Denteteladas, dan Kecamatan Banjarbaru," kata Winarti saat launching dan menyerahkan buku tabungan secara simbolis bantuan tersebut, di Kecamatan Banjarbaru, Kamis, 16 Juli 2020.

Winarti menjelaskan100 unit bedah rumah berasal dari APBD mendapatkan bantuan masing-masing Rp15 juta per unit. Sementara yang bersumber dari APBN mendapatkan bantuan masing-masing Rp17,5 juta per unit.

Winarti mengatakan bedah rumah merupakan pemenuhan program nasional pembangunan sejuta rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bantuan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan keswadayaan dan gotong royong dalam pembangunan rumah tidak layak huni agar menjadi layak huni dan memenuhi kriteria kesehatan, keselamatan serta kecukupan ruang.

"Ini sebagai pembuktian komitmen Pemkab Tulangbawang kepada Pemerintah Pusat bahwa kita mampu melaksanakan program BSPS di tahun anggaran yang akan datang dengan kuota bantuan yang lebih banyak. Untuk itu saya harapkan program ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan dapat bekerja dengan 3T yakni tepat waktu, tepat mutu, serta tepat sasaran," ujar dia.

Dalam pelaksanaan program BSPS dan bedah rumah ini, Koordinator Fasilitator dan Tenaga Fasilitator Lapangan dibantu Tim Teknis yang terdiri dari unsur Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Bappedalitbang, Camat, dan kepala kampung harus mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. 

Winarti mengingatkan agar dalam pelaksanaan di lapangan tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta mampu menjaga nama baik Kabupaten Tulangbawang, SNVT Penyediaan Provinsi Lampung dan Kementerian PUPR.

Prinsip dari BSPS yaitu masyarakat sebagai pelaku utamanya, pengungkit keswadayaan masyarakat, Tenaga Fasilitator Lapangan sebagai pendamping masyarakat dan koordinator fasilitator yang mengkoordinir TFL tersebut.

"Selain itu prinsip dari BSPS tidak diperkenankan memungut biaya ke masyarakat yang menerima bantuan dan tidak ada intervensi oleh siapapun kepada kelompok masyarakat penerima bantuan dalam memilih toko bangunan," ujar Winarti.

Perwakilan Kementrian PUPR Ridho menjelaskan bantuan bedah rumah yang dikucurkan pemerintah pusat merupakan hasil usulan yang diajukan Pemkab Tulangbawang. Ia mengapresiasi program bedah rumah pemerintah daerah yang sejalan dengan program pusat .

"Harapannya untuk kedepan semoga program salah satunya bedah rumah dapat terus meningkat. Untuk itu kita perlu gotong royong untuk tercapainya harapan kita," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait