#kekerasanperempuan#lampung

300 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Lampung Selama 2020

300 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Lampung Selama 2020
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Lampung akan menyisir kasus kekerasan mulai dari daerah. Hal itu dilakukan dengan membentuk pengurus di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Ketua RPA Lampung Enny Puji Lestari mengatakan perlindungan perempuan dan anak harus dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu ia meminta setiap pengurus cabang memberikan konsentrasi.

Tidak hanya advokasi, RPA juga memiliki peran untuk melakukan edukasi serta memerdekakan hak perempuan dan anak. Hal itu juga perlu dilakukan melalui kerja sama dengan seluruh stakeholder mulai dari pemerintah hingga aparat keamanan.

"Setiap pengurus cabang harus benar-benar fokus dengan isu kekerasan di daerah," ujar Enny saat menyampaikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus RPA di Gedung Pusiban, Selasa, 22 Desember 2020.

Pembina RPA Lampung Jauharoh Hadad menyebut angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia sudah darurat. Secara nasional tercatat ada 420 ribu kasus kekerasan selama 2020.

Sedangkan di Lampung, ada 300 kasus sampai November 2020. Hal itu tentu harus menjadi perhatian seluruh pihak untuk dientaskan.

"Kasus-kasus itu hanya yang terlapor, tentu masih banyak lagi yang hingga saat ini tidak muncul ke permukaan," kata Anggota DPRD Lampung itu.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait