#viral#medsos

3 Pemuda Nekat Mencekoki Anak Kucing dengan Arak

3 Pemuda Nekat Mencekoki Anak Kucing dengan Arak
Tangkapan layar Instagram


Jakarta (Lampost.co) -- Akun Instagram @tio_russ mengunggah video yang memperlihatkan beberapa pemuda tengah mencekoki anak kucing dengan minuman keras. Kejadian di video tersebut terjadi di daerah Jembrana, Bali. 

Dalam video tersebut terlihat beberapa pemuda yang sedang meminum minuman keras. Salah seorang dari mereka lantas membuka paksa mulut seekor kucing. 

Ketika salah satu pemuda memegangi mulut kucing dengan kedua tangannya, pemuda lain terlihat menuangkan miras ke dalam mulut kucing tersebut. Setelah itu, terdengar suara tawa terbahak-bahak.

Viralnya video tersebut memantik amarah warganet dan segenap komunitas pecinta satwa. Aksi tersebut kemudian dilaporkan komunitas pecinta satwa, Rumah Singgah Satwa (RUSS), ke Polres Jembrana.

Baca juga: Sempat Viral Mandi Lumpur di Jalan, Camat dan Warga Gotong Royong Timbun Jalan

Berkat video yang viral di media sosial, pihak kepolisian menangkap tiga pemuda yang ada di dalam video tersebut. Ketika dibawa ke kantor polisi, ketiga pemuda tersebut menangis memohon agar laporan kasus tidak dilanjutkan.  

Akhirnya kasus tersebut diselesaikan dengan jalur damai sesuai dengan permohonan dari orang tua pelaku dan pelaku sendiri.

Aturan yang dilanggar Indonesia memiliki sejumlah aturan yang tertuang dalam undang-undang terkait perlindungan terhadap satwa. 

Beberapa Undang-Undang yang mengatur tentang kesejahteraan dan perlindungan terhadap hewan adalah Pasal 302 dan Pasal 540 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang (UU) No 18 tahun 2009 dan UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pelanggaran pasal itu diancam dengan hukuman pidana penjara maksimal 9 bulan dan denda maksimal Rp400 ribu atau pidana paling lama 14 hari dan denda maksimal Rp200 ribu.

Sementara dalam UU Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa dipidana paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp3 juta. 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait