#beritalampung#beritalamtim#ekbis

3.116 Tenaga Kerja di Lamtim akan Terima BSU

3.116 Tenaga Kerja di Lamtim akan Terima BSU
Ilustrasi. Foto: Gooogle Images


Sukadana (Lampost.co): Sebanyak 3.116 tenaga kerja di Kabupaten Lampung Timur yang tercatat menjadi peserta aktif Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Metro akan menerima bantuan subsidi upah (BSU).

Dana BSU 2022 sebesar Rp600.000 disalurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kepada pekerja. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja/Buruh.

"Barusan update data dari BPJS ketenagakerjaan, untuk tahun 2022, peserta aktif sejumlah saat ini ada 3116 tenaga kerja," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Lampung Timur, Budi Yul Hartono, kepada Lampost.co, Kamis, 29 September 2022.

Menurutnya, data tersebut berkurang sekitar 2 ribu, dari tahun sebelumnya yakni 2021. "Kalau tahun lalu di 2021, berdasarkan data yang diperoleh dari BPJS ketenagakerjaan kantor cabang Metro dan Bandar Lampung tahun 2021 terdapat 5.713 orang pekerja Lampung Timur yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," kata Budi Yul.

Penurunan angka tersebut lantaran sekitar 2 ribu tenaga kerja dari pengawas TPS telah dinonaktifkan. Ia menjelaskan tujuan BSU ini untuk mempertahankan kemampuan ekonomi buruh.

"Tujuan BSU ini yang pertama untuk melindungi dan mempertahankan kemampuan ekonomi pekerjaan buruh. Selain itu, ini juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Budi Yul mengatakan ada syarat-syarat yang harus dilakukan oleh para pekerja. "Syarat penerimaan BSU yakni yang pertama Warga Negara Indonesia (WNI), bukan PNS, TNI ataupun Polri. Lalu, tenaga kerja tersebut juga merupakan peserta aktif program jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan," katanya.

"Kemudian, peserta aktif program jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan sampai Juli 2022 serta besaran gaji atau upah maksimal Rp3,5 juta," ujarnya.

"Yang pasti, mereka para pekerja ini tidak atau belum menerima program kartu pra kerja, PKH, dan Bantuan Produktif Usaha mikro," tukasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait